Cerminku – oleh Nicma Faneri

Malam ini begitu dingin. Sedingin kutub utara.
Pena di tangan kembali bercerita. Ku ungkap isi hati yang lara. Karena dia masalalu cermin terbaik dalam hidupku,
Banyak cobaan yg datang mndekat.
Namun ku masih bertahan bersembunyi d balik awan putih yg terus melindungiku….
Sekalipun terkadang awan putih tersingkir oleh kabut hitam. Ku biarkan segalanya mengalir seperti air. Aku tidak memaksa kehendak hati untuk melupakan apa yang sulit ku lupakan. Ku biarkan ia tetap ada. Sekalipun menjadikan kepedihan yang berlangsung lama. Tetap ku jalani hidup ini bersama doa. Ku yakin cahaya itu akan senantiasa menerangi langkahku.
Continue reading

About these ads

Cinta Berbalas Luka – oleh Zulfa

Saat pertama kalinya
Pertama aku bertemu kamu
Selalu hati ini bergetar
Di dalam hati ini…
Ku hanya inginkan kamu

Tetapi kamu sudah,
Sudah ada yang memiliki
Aku berusaha
Untuk mendekatimu
Tetapi kehadiranku…
Continue reading

Embun Hati – oleh Sri Wahyuni

Seperti embun yang berikan kesejukan.
Menjemputku dari pekat menuju terang.
Manjakan bola mataku saat ku tatap.
Setelah terpejam dalam gelap.

Continue reading

Kau Puisiku – oleh Dewi Wahidatul Faiza

tak cukup kata tuk lukiskanmu
lukiskan betapa teduhnya wajahmu
kau terlalu indah
jika harus terlukis dalam kanvas
tapi aku ingin semua orang tahu
kuingin mereka tahu hasil karyaku
melukismu di dada langit
supaya mereka percaya
aku mempunyai sosok malaikat Continue reading

Cerita Pagi Ini – oleh Abdul Razak

Cerah cetar membahana menusuk tulang yang kusam
seketika juga matahari ingin brcerita
kepada bumi yang selalu butuh dirinya
yang saat itu juga semuanya hilang bagai malam

Dilukisnya kala itu
sebuah cerita tersampaikan seperti fatamorgana
tertanam berat sebagai sebuah angan penuh opini
dan hingar bingar cerita kepedihan hanyalah sebuah ilusi yang merdu
Continue reading

Terima kasih ibu – oleh Oktaviona

ibu….
betapa tegarnya dirimu
menjagaku hingga seperti ini
9 bulan 10 hari aq berada d kandungan mu
dengan berbadan kau masih sanggup menahan beban
hingga sekarang
kau msh tetap menjagaku
jikalau Ku sakit kau memberikan Ku perawatan yg sangat optimal
Continue reading

Tepat Satu Titik – oleh Fajar Al Amin

Kau gengam Erat setiap tatapan itu
Ada beberapa kisah yang mengajarkan
Tentang sore yang ungu
Laguna-laguna kosong
Cahaya menyeruak menembus awan
Berbatang-batang kristal
.
Masih tersisa satu, dua dalam benak
Langkah-langkah yang menjejak pasir
Berkejaran demi satu tempat
atau berhenti di sana, demi hanya ingin diam
Ini membingungkan
Sayangnya, ini baru awal
. Continue reading