Andai Kau Tau – oleh Yudha Satria

seperti mimpi saat aku melihatnya.
Seperti bukan nyata saat aku kengealnya.
Sepertk khayal saat ku melihat senyumnya.
Dan seperti lengkap semua tawa ketika ia ku pinta,dan ia pun menjawab *iya*
andai kau membacanya,jemari ini tak ingin lagi mau berkata,karena apa yang menjadi cahaya mutiaranya kini tengah terbaring lemah disana. Continue reading

Semoga Tuhan Mempertemukan Kita – oleh Nikmatullah Kamsi

Adakah kau yang jauh disana masih mengingatku
Adakah kau yang jauh disana masih menyayangiku
Itulah tanya hatiku yang paling dalam
Aku hanya bisa menatap langit-langit putih
dan iringan rintikan hujan yang turun menyertai tangisku
Tangisan rindu yang tak berjarak
Disini hati tak pernah kosong untuk mengingatmu
Walaupun ajal ini datang menjemput, kau tetap kubawa
di alam sana Continue reading

Mencari Cahaya – oleh Fairuz

Sudah terang masih gelap
Di balik lembah terbelenggu
Bawa duka pada hidup
Itu kisah silam dahulu

Cuba melangkah cari cahaya
Pada si jiwa nurani di sana
Ketahui pelbagai perkara
Yang sering kita lupa
Continue reading

Asa di Bulan – oleh Chindi

Andai sang Rembulan dapat ku gapai
kan ku asingkan diriku disana
tanpa seorang teman
tanpa kegundahan

akan ku tinggal semua kesedihan
biarlah tersapu Angin
terbang kemanapun

hanya akan kubawa sebuah kebahagiaan
dan kenangan manis nan mengusik jiwa
Continue reading

Kado Terakhir – oleh Kusnun Lukmanto

senyum itu telah berlalu…
tepat 21 tahun, dihari yang aku tunggu
kau bangunkan tidur lelapku
dengan lambaian tangan semu

tak nampak jelas raut wajahmu
tertutup putihnya aura sutra baru
halus nan lembut, bersinar tanpa debu
di surau terakhir tanda berlalu
ku kejar namun tak mampu…
Continue reading

Antara Aku,Kamu dan Tuhan – oleh Imas Fitria

Tasbih melingkar erat ditanganku
Rosario mengantung indah di lehermu
Tak lupa
Al-qur’an dalam gengamanku
Dan alkitab dalam pelukanmu
Itulah kita yang tak pernah sama
Tapi selalu berusaha tuk bersama
Continue reading

Lelah – oleh Aulia Rachmah

Tempat apa ini?
Ramai akan gunjingan
Hanya ada bising dengan cela’an
Kau caci peri yang tak mempunyai sayap
Apa, peri itu harus lenyap?
Lantas siapa yang mau menakap
Aku hanya seorang peri yang cacat
Lemparkan saja aku!
Damparkan ke tempat sepi tak berpenghuni
Dengan rintisan hujan yang tak kunjung terhenti
Atau? Continue reading