Hadiah Terindah – oleh Cici Julianti

Tuhan…
Kau Maha Adil
Kau Maha Penyayang
Dan Kau Maha Segalanya

Nikmatmu tak terbatas untukku
Cintamu begitu besar padaku
Kau memberikan segala yang ku mau
Terimakasih padamu oh.. Tuhanku
Continue reading

About these ads

Lelah Hati – oleh Lutfi Risnanda

lelah hati kian berduri
keringat membasahi disetiap usaha
kaki nan kecil berlari
berirama dengan lelah hati

jalan makin panjang membentang
dirimu kian menjauh melalui setiap kenangan
keringat semakin menetes
tapi aku tetap ingin melihat si manis
Continue reading

Pesona Potret – oleh Hanif S

Beribu waktu telah berlalu
berjuta hari telah berganti
Seumur surga dan bumi
Ciptakan sayap menggapai cinta

Cinta ini bukan dari mata
Tetapi surga yang telah menentukannya
Continue reading

Dengar Hatimu – oleh Diyah Anggraini

Ketika kata perpisahan tidak dapat terhindar
Diriku hanya tertegun mendengarkan tak bisa bibirku berucap untuk mencegahmu pergi
Aku hanya bisa tersenyum pedih meskipun air mataku tak dapat mengalir layaknya kepedihan

Rasa cinta kita begitu hebatnya namun sangatlah rapuh
Aku tidak akan pernah menyesali pertemuan ini
Saat takdir harus berbicara lain aku akan terima ini
Diriku sadar sekarang atau nanti untukku tak berbeda tetaplah akan terpisah
Continue reading

Bagai embun pagi – oleh Putri Sifa Pauziah

bagai embun pagi..
engkau lah awal dari kebahagiaan ku
engkau lah pendorong indah nya hidup ku
ayah..
ketika nafas mu terhenti
ribuan rasa bersalah menghampiri
semua jasa yang kau beri
membuat rasa lara hati
ayah.. Continue reading

Guruku – olehAisyah Noor Fatihah

Di dalam kegelapan, engkaulah lenteraku
Dalam kehausan, engkaulah embun penyejuk
Dalam kebutaan hati, engkau menuntunku
Dalam suramnya hidup, kau berikan kasih sayangmu

Jika ada persoalan hidup, kau berikan jawaban
Dalam keputusasaan, engkau beri kami harapan
Dalam kesesatan, engkau baikan kompas
Dalam heningnya hidup, kau hiaskan harmoni
Continue reading

Gelap – oleh Ahmad Marzuqi

pilu
terisak musam di pipi,
hangat nadi tak lagi menampi,
melonglong hingga di ulu hati..

saat
bersimpuh keluh kala sendiri,
menguak kelam cerita lalu,
terhuyun huyun penuh caci,
akan angkuhnya hina diri..
Continue reading