Malam

Terdiam merunduk malu
Kala malam menganiaya diri ini
Sa’at rembulan mentertawakan keada’n qu
Terasa tercabik-cabik hati ini
Bagai terkelupas pedih kulit kehidupan qu

Malam….
Membungkam lidah&bibir
Hingga qu tak mampu menguntai kata
Selalu membawa qu ke suasana kesedihan
Kau penjarakan aq dalam sekat kesepian
Membuat air mata mengalir tanpa sisa

Malam….
Kau kisos secerca cahaya dengan kegelapan
Kau semanyamkan diri qu dalam lorong kesunyian
Mengapa kau peluk erat aqu…..?????
Lepaskanlah aqu&biarkan diri qu tuk melangkah…

Malam berilah sepercik kebijakan untuk qu
Dengarlah rintihan hati ini berkata
Biarkanlah sekejap saja aqu tuk memeluk kebahagia’n
Sebelum maut menjemput qu……

Malam….kejam nya kau malam…..

About these ads

20 thoughts on “Malam

  1. Pingback: my arloza is my blog's − UNTUK IBU

  2. Pingback: puisi untuk ibu « boedaxnaphel

  3. Pingback: TANGISAN RINDU | ANDIREIDER INFO

  4. Pingback: langitpun sepi malam ini | achmad58

  5. Pingback: puisi-kita.info » CINTA KU HANYA UNTUK MU

  6. Pingback: penyesalan cinta | Budilistiana's Blog

  7. Pingback: Puisi Penderitaan « Riezquchiha's Blog

  8. Pingback: Puisi Malam yang Sunyi | Anna Puri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s