Aku akan menunggumu

sewaktu aku terjaga dari mimpi..

aku masih membilang hari…

membillang sudah berapa hari kita tidak bertemu..

sudah berapa bulan kita tidak berjumpa… seperti dahulu…

aku masih hidup di dalam kenangan kita…

aku masih merasa nyalaan api cinta kita…

aku masih merasa kau masih ada di sisi ku

hakikat perpisahan masih lagi tidak dapat ku terima…

aku masih mahu menghabiskan semua hidupku bersama dirimu..

mengapa kau tergamak menduakan diriku…

mengapa perpisahan yang kau pinta…

mengapa jarak yang memisahkan kita…

mengapa kau meninggalkan diriku?? sedangkan aku masih mahu mencipta kenangan bersama dirimu…

aku tahu aku masih di sini…

setia menanti….

menanti pada yang tidak pasti…

menunggu pada yang tidak akan hadir kembali..

untuk menyalakan api cinta kita yang sudah terpadam..

aku tahu kau sedang bahagia bersama dirinya…

senyumanmu yang pernah mencairkan hatiku..

kini menjadi miliknya…

renungan matamu yang pernah menyapa mataku…

kini sedang menyapa matanya…

aku masih tidak jemu menunggu dirimu…

masih tidak jemu menanti dirimu…

seperti yang pernah aku janji..

AKU AKAN MENUNGGUMU…

About these ads

14 thoughts on “Aku akan menunggumu

  1. Kau Datang membawa cinta dan kesetyaan
    dan kau pergi meninggal kan luka dan kehancuran
    dan aku lebih baik di kenal lalu di lupakan
    dari pada di Cintai lalu Di kHianatiy ????

  2. Aku lelah …
    Aku capek ….
    Memikirkan yg tak pasti untuk hatiku ….
    Karena kamu tak pernah mempedulikan ku,n kau jg sudah bersama nya …
    Tp kau harus igt bwa aku masih mencintai mu sampai kapan pun…
    Datanglah padaku,karna d sni aku masih menunggu mu sayang.
    Muachhhh.:*<3

  3. Sesungguhnya, semua ini telah kuperhatikan, semua ini telah kuperiksa, yakni bahwa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat dan perbuatan-perbuatan mereka, baik kasih maupun kebencian, ada di tangan Allah; manusia tidak mengetahui apapun yang dihadapinya.
    Segala sesuatu sama bagi sekalian; nasib orang sama: baik orang yang benar maupun orang yang fasik, orang yang baik maupun orang yang jahat, orang yang tahir maupun orang yang najis, orang yang mempersembahkan korban maupun yang tidak mempersembahkan korban. Sebagaimana orang yang baik, begitu pula orang yang berdosa; sebagaimana orang yang bersumpah, begitu pula orang yang takut untuk bersumpah.
    Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati.

    Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati.
    Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka akan mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah lagi bagi mereka, bahkan kenangan kepada mereka sudah lenyap.
    Baik kasih mereka, maupun kebencian dan kecemburuan mereka sudah lama hilang, dan untuk selama-lamanya tak ada lagi bahagian mereka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari.
    Mari, makanlah rotimu dengan sukaria, dan minumlah anggurmu dengan hati yang senang, karena Allah sudah lama berkenan akan perbuatanmu.
    Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
    Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.
    Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.
    Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua.
    Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s