Ratapan kesedihan

ku rindukan pagi

Di tengah hujan

Dengan dingin yg mengucur di badan

pedih memang ketika hidup menghadapi cobaan

seperti tegar yg lapuk oleh kenyataan

sulit untuk mengerti

tanpa bisa untuk memahami

…..Rapuh………..

…..Keruh…………

seperti di hmpit kelam

Diam…..dan diam

bagai hidup tanpa harapan

ach……teriakan pemberontakan

menjadi persetan di tengah malam

…….Hitam……….

………….Suram…….

layak’y ajal yg menjemput kematian

Dan cukup sudah semua terabaikan

dan kini ku ingin pulang

dengan dunia yg menjemukan

yang di penuhi dgn kemunafikan

hingga dosa ini menjadi santapan dalam ingatan….

Dan jangan…………

jangan pernah datang

karena rumah ini terlalu menyedihkan untuk di kenang……..!!!”

About these ads

8 responses to “Ratapan kesedihan

  1. waaaaa bagus
    puisinya sangat bagus sekali
    menyentuh sekali …..….
    kunjungi dong web kami http://ict.unsri.ac.id untuk saling berbagi informasi dan pengetahuan lainnya…..
    terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s