menyesal

dulu,
kau selalu datang.
dulu,
kau selalu menghiburku.
dulu,
kau selalu membuatku tersenyum dan marah.

tetapi,
karena satu kejadian, yang membuat mu marah.
dan kau berteriak kepadaku untuk pertama kalinya.

saat itu aku memang keras kepala,
sekarang aku sadar kesalahanku,
tetapi ketika ku minta maaf padamu
kau melupakanku, dan tidak memperdulikanku.

sekarang aku tidak bisa berbuat banyak lagi. hanya puisi penyesalanku yang tersisa dan puisi ini kubuat untukmu.

About these ads

2 responses to “menyesal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s