JANJI

Luruh bayu dipusara.
Bersama taburan melati di tanah yang masihlah merah.
Aku diam…, hanya terdiam,
Pandangi namamu yang terukir dibatu nisan.
Aku harap itu bukan kamu, tapi itu namamu lengkap dengan hari lahirmu dimana kita pernah merayakannya berdua.
Seperti saat ini, kita pun hanya berdua.

Ku kenang semua janji yang pernah kau beri.
Dan kau menepatinya.
Disini, dipusara engkau terbujur kaku menantiku.
“aku sudah datang sayank, bangunlah !….genggamlah tanganku seperti katamu yang selalu merasa tenang, bila jemarimu ku erat dalam genggaman “
“aku datang sayank, dan akan meminangmu seperti janjiku dulu ditepi dermaga saat kapalku berlabuh “

Tapi kamu hanya diam dan akan tetap diam,
Seperti namamu yang terukir dibatu nisan.
Aku jamah pelan, ku rabai hurupnya satu persatu.
Kuharap itu bukan namamu, tapi itu namamu lengkap dengan tanggal lahirmu yang kita rayakan berdua dulu.

[chamelyna rizq]

About these ads

3 thoughts on “JANJI

  1. Pingback: Sebait Pernikahan | SMA Te-H@

  2. Pingback: Manusia dan Penderitaan (Pengertian Penderitaan) | gugunlala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s