Sebuah Cinta Untukmu,Guruku

Mentari berganti rembulan,
senja bergulir malam
Kau masih saja bekerja selarut malam,
kau tak peduli…betapa lelah dirimu,hatimu
tapi…..kau tetap mengabdi

Lihatlah!
Seharian kau telah diminta menjadi
teman bagi kami…
menjadi pencari barang hilang kami…
menjadi psikolog kami…
bahkan menjadi pengganti mama papa kami

Birunya langit hari ini mengajari kami akan suatu hal,
tulusnya cintamu kepada kami
hanya ini yang bisa kami beri untukmu….
“Maafkan semua kesalahan kami padamu dan
terima kasih untuk cintamu”

Sebuah cinta yang teristimewa untuk orang yang luar biasa sepertimu………..guruku

(Puisi ini karya : Lidya Safitri)

About these ads

11 responses to “Sebuah Cinta Untukmu,Guruku

  1. Muliana Agustina

    Bunda
    Karena engkaulah aku terlahir kedunia ini

  2. Muliana Agustina

    Bunda
    Karena engkaulah aku terlahir kedunia ini
    Karena engkau jualah aku mengerti kehidupan
    Dengan penuh kasih sayang yang kau berikan
    untuk merewatku dengan penuh kemesraan

    Bunda
    Tak Pernah ada kata lelah
    Yang mengalir dibibirmu
    Kau bagaikan setetes embun
    Yang membasahi jiwa

    Bunda
    Bagaimana caraku membalas ketulusanmu
    Dengan penuh harapan disuatu hari nanti
    Aku dapat membahagiakanmu
    Oh bundaku

  3. untuk guruku
    di mana saja berada

    pak/bu…kini saya sudah dewas, sudah mampu berdikari sendiri dan mencoba menyamaimu sebagai seorang guru dan ternyata menjadi seorang guru tidaklah semudah dari yang kubayangkan!. sewaktu saya masih sekolah, saya sering membuat hati bapak dan ibu terluka bahkan tak jarang harus keluar dan menangis diam2 dikantor. Ya ALLAH betapa durhakanya kami kepadamu wahai guruku. sekarang aku hadir dengan penuh penyesalan berbalut duka mendalam atas segala sikap dan kelaluan saya dan teman2 waktu masih sekolah dulu.

  4. untuk guruku tercinta
    dari pojok ke pojok liar mata memandang saat tubuh tak lagi diperhatikan diapun melayang selaranya,,,
    itulah ungkapan untuk kami yang selalu membolos dalam belajar,,,saat guru yang kami benci masuk kmipun menghilang seenaknya pergi tanpa izin sungguh terlalu. maafkan salah dan dosa kami yang tak mengerti makna saling menghargai

  5. untuk guruku
    di mana saja berada

    pak/bu…kini saya sudah dewas, sudah mampu berdikari sendiri dan mencoba menyamaimu sebagai seorang guru dan ternyata menjadi seorang guru tidaklah semudah dari yang kubayangkan!. sewaktu saya masih sekolah, saya sering membuat hati bapak dan ibu terluka bahkan tak jarang harus keluar dari pojok ke pojok liar mata memandang saat tubuh tak lagi diperhatikan diapun melayang selaranya,,,dan menangis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s