lafaz adinda.

Aku hanya beraksara cinta
Membelai beberapa kata
Meramu dengan tinta nyata
Berharap pada sadar adinda
Kakanda sedang merindu cinta
.
Dunia terlalu kejam
Mengambil adinda saat terpejam
Bersembunyi dalam lafaz allah
Kami rubuh kalah
.
Tapi kami bisa bersuara lantang
Tentang cinta berawal pagi hingga petang
Menanti waktu ilahi berdentang
Mengirim kembali adinda
Di haribaan kakanda
.
mei,2011..

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s