Bersamamu, bersama kekasihku.

Hanya ingin bersamamu.
Manatapmu.
Mengagumi pesonamu.
Menyandarkan tubuhmu didadaku sambil kau bercerita semaumu.
Dengan sesekali mengecup lembut kening dan bibirmu kemudian memujimu.
Memelukmu erat dirangkulku dengan selalu bergumam “Aku menyayangimu sayang”.

Kenapa saat seperti itu selalu terasa singkat ribuan detik itu?
Beberapa jam kebersamaan kita bagai beberapa menit berlalu.
Hingga pernah kita berandai, “Andaikan waktu berhenti, andaikan hari menambahkan jamnya berlebih, akan hanya ada kita memadu kasih, saling memuji, dan bercium tanpa letih”.
Aku mencintaimu sayang.
1 alasan yang membuatku ingin bersamamu masih.
1 alasann yang menugasiku untuk selalu bisa hadiahimu rasa nyaman disisi.
1 alasan yang bahkan membuatku tak pandai mengontrol emosi.
Ketahuilah sayang,
Aku mgsih bersamamu dan tetap ingin bersamamu.
Jika kerap aku membuatmu sakit bahkan terlalu sakit,
Itu khilaf-ku yang artikan aku tak sempurna.
Dan aku berharap disanalah kau berada, dipihakku.
Kareng aku benar-benar tak mahir dalam bagian-bagian tertentu itu.
Dan kau hanya perlu tau ini.
“Aku sungguh sangat mencintaimu”.
Ingat saja kalimat itu saat kita marah.
Saat kita saling tak ramah.
Saat kita merasa mulai terserang gerah.
“Aku sungguh sangat mencintaimu”.
Hanya itu..
Cukup hanya itu..

About these ads

2 responses to “Bersamamu, bersama kekasihku.

  1. Muhamad Alliff Allex

    bagus banget mana
    lu ambil ni kata2 ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s