Tuhan

Tuhan

Kata mereka Tuhan itu pemarah,
Penghukum mereka yang laknat.
Kataku Tuhan itu lembut,
Melindungi aku dengan langit seperti selimut.
Kata mereka Tuhan itu penghukum,
Menjebloskan ke neraka mereka yang murtad.
Kataku Tuhan itu humoris,
Menaruh kelucuan pada anak kecil dan binatang
Tuhan bukan pencatat dosa,
Ia itu seniman.
Ia melukis pantai, gunung, laut, dan awan..
Ia membentuk manusia, wajah demi wajah
roh demi roh.
Ia juga seorang pesulap.
Merubah mendung menjadi hujan
Ia meletakkan matahari di cakrawala
Dan memainkan kuasnya menaburkan warna-warni emas
Tuhan bukan hakim yang mengintai di tikungan
Menyergapmu kala kau berdosa.
Ia itu kekasih.
Yang mengampuni, yang membelai,
Yang disakiti namun kembali.
Yang dikhianati namun memaafkan.
Yang kau duakan namun tetap ada dihatimu.
Sabda Tuhan bukan vonis,
Melainkan nyanyian yang merdu
Yang ia tanam di kicau burung,
Yang ia tabur di cekikik anak kecil,
Yang ia lantunkan di hembusan angin
Mata Tuhan bukan pedang yang menembus jiwamu
Mata-Nya adalah mentari,
yang menumbuhkan benih harapan di jiwamu,
yang mencairkan kebekuan di benakmu,
Tangan Tuhan bukanlah pembatas,
Namun adalah rahim
Yang melingkupi engkau kala siang kala malam
Yang seperti ketuban mengandungmu
Agar jiwamu lahir kembali dengan sempurna.
Terkadang aku memanggil Tuhan itu Bapak,
Kadang Bunda,
Dan Ia memperlakukanku seperti anak
Ia menyambutku seperti pengantin
Dan ketika sangkakala akhir jaman bertiup,
Kita bukan akan terbang ke awan tinggi
Atau ke bawah bumi menuju sang api
Namun melebur ke dalam inti hati kita
Dan bertemu Tuhan
Yang sudah lama bersemayam di sana.
Tuhan
Engkau mengenalku, sejak lahirku
pemilik hati dan pikiranku
pemilik Jiwa dan Ragaku
dan Engkau selalu menderngar doa yg selalu terbesit di lubuk hatiku
Tuhan,
Terimalah aku apa adanya ini.
Cabut nyawaku jika kau inginkan aku.
Terima kasih Tuhan
karena Engkau masih menyayangiku
(????) (??_??)
Karya: Kasih.R

10 responses to “Tuhan

  1. aku suka ma pisi2 kmu wah bagusssssssssssssssssss

  2. Pingback: Untuk Tuhan « annisadwidestiani

  3. Pingback: Harapan Seorang Sahabat « annisaafra

  4. Pingback: PUISI BERSYUKUR… | riskarahmania

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s