Sajak untuk istri

Begitu rindunya aku kepada istriku…

Dibawah etalase dan aroma belerang separuh jiwaku pergi…
Nafas ini mulai terasa tersengal-sengal,
berlari didalam lorong-lorong, got-got, dan diam dalam puing bekas peninggalan…

lalu apa kesalahan lelaki sehingga anak dan istri harus menanggungnya?…

Begitu rindunya aku kepada istriku…

Sabar!.. Bersabar!… Sabar!… Bersabar!…
lalu menunggu!…
Rambutku mulai memutih dan mataku mulai tersa kabur,
lalu air matamu pun membatu…

AKU CINTA KAU!….

Seperti pledoi para pengembara yang lelah mencari jalan untuk pulang…

Begitu rindunya aku kepada istriku…
Hingga letih badanku, bersujud di bawah etalase persimpangan….

By. deef

About these ads

8 responses to “Sajak untuk istri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s