Diam

Diamku bukan karena diammu
Karena diam hanyalah tanpa
Diamku karena matinya dayaku
Tapi aku diam, bukan alpa

Jadi kubiarkan jiwaku tersudut disini
Kubiarkan ragaku bergerak tanpa makna
Biar mataku menciptamu dari sepi kini
Biar saja, terendam, terpendam, terpana

Lalu kau muncul dari sudut sepi, membawa tanya
‘Mengapa aku? Mengapa kau?’
Badanku membisu, mataku balik bertanya
‘Mengapa kau? Mengapa aku?’

Puisi ini karya: Hadi Putra

About these ads

4 responses to “Diam

  1. Pingback: Sobat « zuhri123456789

  2. Pingback: sobat « dannavy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s