Kakak, Aku…

berulang-ulang dalam geletar angin sepagi itu

kuputar ingatan tentangmu yang dulu masih sendiri sama sepertiku

kau ceritakan tentang luka

tentang perpisahan yang menancap duri di hatimu

percakapan kita begitu luruh seperti musim hujan ini, kakak.

kini, aku masih tetap sendiri

sedang kau telah berjumpa dengannya

telah merajut kisah yang baru

aku hanya larut dalam kenangan kita,

membasuh iri agar tak semakin menjadi

dalam putaran melodi biola

dan denting kerinduanku padamu, kakak.

semoga kau bahagia

itu saja.

Februari, 2012

Puisi ini karya, Mia Julia

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s