Mentari

Ketika mentari pagi bersinar,
Menggantikan gelapnya malam yang dingin
Saat sang surya mulai menyingsing
Seolah menghardik kelamnya badai yang suram
Kau tau ? yaa
Itulah dirimu, bagai embun penyejuk di padang gersang
Tiada lagi aku tau, apalah arti hidupku
Apalah dayaku bila kau harus pergi
Jangan pernah kau ucapkan selamat tinggal
Jangan penah sekalipun kau berfikir demikian
Membayangkan kau mulai pergi menjauh
Itulah badai dalam hidupku
Cukup sekali aku merana
Jangan lagi terulang semua itu
karna kaulah lentara dihatiku yang takkan pernah padam

About these ads

3 responses to “Mentari

  1. Pingback: SEPERCIK IMPIAN « andironi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s