SANG PENYAIR

Hari itu ……………………………..!
Ku duduk seorang diri
menatap jauh ,menembus gelapnya malam
mencari seberkas sinar yang dahulu padam
termakan rayuan sang pendusta alam

Ku buka dan kucari kian kemari.
Lembaran memori yang lari ketepian kali.
ku coba menarik kembali
kendatipun susah…………………………
ku tetap gigihnya tak mau kalah.

waktu itu…………………………..
jiwaku rapuh.
terpesona ucapan sang pujangga pengukir kata
semuanya lenya entah kemana
hilang daya,hilang perkara
tak lagi nampak dipelupuk mata.

itulah hebatnya sang penyair
mengukir kata merangkai basa
tiada menjadi ada.
adapun ada menjadi tiada.
hilangkan noda ,hilang cela.
lenyapnya termakan untaian kata pemadu rasa.

syairnya manis.
menutup pahitnya ampedu
ucapanya indah, menutup kerusakan jiwanya.
itulah dia ………………..
penakluk mahkota penghias tahta.

Puisi ini karya: Rasid Maulana Sidiq

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s