Untukmu Yang Telah Tiada

Darimana ku harus memulai?
Sungguh sulit bagiku
mengutarakan,
segenap isi hati yang lama
ku pendam,
Apakah ada kata yang pantas
untukku menggambarkan?
Sosok kekasih yang begitu berarti
dalam kehidupan,
Ada mu disetiap jejak perjalanan
merangkai dunia bersama dengan
sejuta senyuman,
mengukir nama kita dalam
impian…

Namun tiada lagi,
untuk selamanya kini kau pergi,
kisah kita,
kau putuskan sampai disini,
tak sanggup lagi kini
ku berdiri,
begitu cepat diri-Nya mengakhiri
merenggutmu perlahan
dari sisi,
tapi ku tahu,
kau tak pernah pergi,
kau tak pernah lari,
kau takkan biarkan ku sendiri…

Menangis ku tersedu
menahan sakit juga pilu
setiap kali ku pandang catatan itu
catatan terakhir mu,
membuat aku semakin
rindu,
Ku coba terima kenyataan
kadang juga ku berteriak
dan protes pada Tuhan
kenapa dia terlalu menyayangi mu,
hingga menyayat hati juga
rinduku…

Kau tahu?
Bagiku kau begitu berarti
separuh dari diri
terkadang aku bermimpi
kau pergi hanya untuk sehari

Kau rasakah?
Suara hati yang memanggilmu
dari kejauhan,
sepiku yang menyebut namamu
dalam renungan,
sulit menghapusmu dari ingatan,
kau takkan tergantikan
oleh siapapun yg datang,
Tunggu aku di gerbang keabadian….

Karya : Dhea Frafitchia

About these ads

One thought on “Untukmu Yang Telah Tiada

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s