Malam Yang Hening

Bersama angin yang memecah malam
Duduk depan jendela menatap langit
Entah apa yang istimewa dari langit

Aku menggigil dalam pelukan malam yang hening
Malam ini kulewati dengan separuh perasaan
Seperti yang kulihat dilangit pekatnya malam
Bulan yang yang separuh
Bintang yang memancar setengah hati
Betapa aku menyukai malam ini
Hening
Sunyi
Sepi

Kupejamkan mata hati ini yang penuh dengan kecintaan
Mencoba merangkai bait demi bait cinta dan rindu
Catatan perjalanan hati yang meradang akan cinta
Namun semua diam dan membisu
Aku harus bertanya pada siapa
Malam
Langit
Bulan
Bintang

Aku lelah dan letih menatap langit
Tak pernah terjawab
Dari waktu ke waktu

Terimakasih langit
Kau sudah menemaniku malam ini

puisi karya: Rere

About these ads

3 responses to “Malam Yang Hening

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s