Ku Tetap Menanti

Dua puluh delapan bulan sudah rasanya
Ya.. Akulah hati yang menghitung hari
Tidak peduli detik..
Tidak peduli menit..
Tidak peduli jam..
Hari.. Minggu.. Bulan.. bahkan tahun pun berganti..

Tak pernah letih.. Walau tertatih

Aku tau kau jauh..
Jauuuuh sekali..

Karna nya sayap ku kau patahkan
Hingga terpisah sperti ini,

Tak mengapa, yang tersisa utuh adalah hatiku
Yang kusimpan baik-baik
Dan ku jaga
Sampai saat ini

Hanya untuk kamu
Insan yang disana

Biarlah apa kata orang
Aku masih setia
Ku tetap menanti

Puisi ini karya : Lilah R

About these ads

0 thoughts on “Ku Tetap Menanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s