Bait Buat Bunda

Adalah aku yang mengabaikan sabda.
Yang membiarkan saja jatuh air mata.

Adalah mataku yang terlena megah dunia.
Meski surya usiamu mendekati cakrawala senja.

Adalah tawamu yang menyejukkan jiwa.
Yang memberi arti hingga maaf menjadi bermakna.

Adalah senyummu yang menjadi pendar cahaya.
Dan ucapanmu yang menjelma doa.

Adalah peluhmu yang membungkam dunia.
Karna menyulap setiap mimpi menjadi nyata.

Adalah puisi yang indah diksinya.
Yang mengabadikan setiap cintamu dalam pintalan metafora.

Untukmu tak pernah ku mengubur cinta.
Meski dipendam dalam diam diantara lumpur dusta.

Oleh: Faqih Hindami
http://rapsodimemorabilia.tumblr.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s