Category Archives: Puisi Berpisah

Mantan Terindah – oleh Febry Sujekaszu

Bukan perpisahan yang ku tangisi
tapi pertemuan yang ku sesali…
begitu cepat kau meninggalkan aku,,,
kau membuatku sakit hati dan hilang arah,,,

Mengapa engkau cepat berubah,,
setelah kau tau kekuranganku,,
aku tak perna menyangka kau begitu,,
kau tinggalkanku demi bersamanya,,
Continue reading

About these ads

Diam dalam sunyi – oleh Hasan Abdul Rochman

seketika ku rasakan sunyi…
di sa’at semua itu terjadi
kau pergi meninggalkan aku d sini
sendiri,
ku rasakan sunyi.
terdiam ku di dalam sunyi
selalu teringat kenangan yg telah terjadi
canda tawamu kini tiada lagi
ku relakan engkau pergi.
sunyi Continue reading

Jatuh – oleh Lutfi Risnanda

kini ku larut dalam tangisan dan hayalan ku
berharap kau selalu memeluk ku dalam tangisan ini
dimana semua cita yang ku harap
sirna dan kau bersamanya

Continue reading

Hanya mimpi – oleh Dinar Fhi

Kau …
Yang hadir dalam
hatiku..
jiwaku..
Memberiku kehidupan yang lebih indah
Memberikan warna untuk hari-hari suramku
Namun..
Yang aku fikirkan hanyalah
“Sampai kapan kamu akan mencintaiku”
Karna aku takut..
Aku takut jika harus kehilanganmu
Tapi . .
Inilah keputusanku
Ku ingin kamu lebih bahagia
Aku tak ingin kamu tau . .
Bahwa aku memiliki kekurangan dan ketidak sempurnaan
Aku lemah. .
Aku tak berdaya. .
Karna aku masih mencintaimu
Namun harus segera kau tinggalkan aku
Dan semoga kamu bahagia , karna diluar sana masih ada wanita yang lebih sempurna dariku

Hanya mimpi – oleh Dinar Fhi
Mojokerto

Rindu Menyapa – oleh Aulia Jihan Raa

Jika sanggup ku ungkapkan
Jika mampu ku katakan
Risalah ini kemana ku tujukan
Kerinduan ini kapan ku utarakan

Sanggupkah ku hadapi pahit ini?
Mungkinkah semua akan kembali?

Ketika derita tersapu bahagia
Ketika perih mempunyai bingkai
Kala itu aku duduk disampingmu
Temani dirimu lukiskan wajah sayuku

Kini rindu tinggal kata
Bahagia tinggal rasa
Aku dan dia telah berpisah
Bahkan untuk selamanya

Rindu Menyapa – oleh Aulia Jihan Raa
Surabaya
aulia-jihan-raa.blogspot.com

Sahabat sampai nanti – oleh Tri Setiadiharyo

di kota kembang kita awali semuanya
cerita- cerita cinta penuh tawa penuh canda
semua hanya kita, satu suara saling menjaga
melati putih di ujun jalan tak bertuan

ku jaga selalu janji itu sampai kita saling berusaha demi cita-cita
mungkin takdir atau hanya kita yang akhirnya memaksa
meninggalkan ragamu di sana tapi tidak dengan hatiku
setiap detak hanya ada namamu… meski hanya di layar kaca

melati putih di ujung jalan kini telah bertuan
hancur sudah semua impian tertelan godaan
harapan tinggal harapan meski semua sudah kugenggam
tapi cita cinta ini tulus untukmu… rasa sayangku tetap untukmu
biarlah semua berjalan pelan,,,,, kan ku saksikan
meski perih tak tertahan, biarkan rasa ini menjadi saksi

kini melati selalu di pelupuk mataku…
tersenyum menyapa mengawali semangat pagi
canda tawa tetap menghiasi meski tak indah lagi
ku relakan sayang ini menuntunku untuk kembali
sampai nanti ku kan di sampingmu ,jadi sahabatmu

Sahabat sampai nanti – oleh Tri Setiadiharyo
Medan

Akankah? – oleh Edyna Putri Fortuna

Aku masih melangkah
kaki ku perlahan menuntunku ke sebuah ruangan
Aku duduk di atas kursi kayu yang mulai rapuh
Berharap seseorang yang kunanti akan segera datang

Kemudian seorang datang mengetuk pintu
Siapakah gerangan?
Apakah dia yang kunanti?
Benarkah itu dia?
Namun… dugaanku salah

Sosok itu menghampiriku
Dengan berlinangan air mata
Bibirnya mengeluarkan kata – kata
Yang sontak membuatku terkejut

Air mata kini membasahi pipiku
Aku sungguh tidak percaya
Diayang selama ini kunanti
Telah pergi begitu jauh….

Namun…
Akankah dia kembali?
Untuk menghapus kesedihan ini?

Akankah? – oleh Edyna Putri Fortuna
Jombang – Jawa Timur