Category Archives: Puisi Berpisah

Pundak Serumpun di Atas Keladi – oleh Suelthan Elfaulee Alwarshah

Mayang berujud melayang selasih
Lama kunanti cinta memutih
Tak kunjung kudapat aku tertatih

Aku berlari bersama mentari
Mengejar mimpi yang tak kunjung kudapat
Menanti kau datang untuk menghapus luka yang kau pahat
Continue reading

About these ads

Kupu-kupu kecil – oleh Andria Tama

Hey,,
Apa kau tau..??
Saat sayap mu mulai genap dan kau dapat terbang bebas dan bernyanyi riang…
Melihatmu seperti itu…
Aku Senang…

Terbanglah…
Kau ingin menggapainya bukan..??
Sinar pengantar Senja yang sangat kau sukai itu…
Tenang saja,,
Aku masih disini…
Continue reading

Mantan Terindah – oleh Febry Sujekaszu

Bukan perpisahan yang ku tangisi
tapi pertemuan yang ku sesali…
begitu cepat kau meninggalkan aku,,,
kau membuatku sakit hati dan hilang arah,,,

Mengapa engkau cepat berubah,,
setelah kau tau kekuranganku,,
aku tak perna menyangka kau begitu,,
kau tinggalkanku demi bersamanya,,
Continue reading

Diam dalam sunyi – oleh Hasan Abdul Rochman

seketika ku rasakan sunyi…
di sa’at semua itu terjadi
kau pergi meninggalkan aku d sini
sendiri,
ku rasakan sunyi.
terdiam ku di dalam sunyi
selalu teringat kenangan yg telah terjadi
canda tawamu kini tiada lagi
ku relakan engkau pergi.
sunyi Continue reading

Jatuh – oleh Lutfi Risnanda

kini ku larut dalam tangisan dan hayalan ku
berharap kau selalu memeluk ku dalam tangisan ini
dimana semua cita yang ku harap
sirna dan kau bersamanya

Continue reading

Hanya mimpi – oleh Dinar Fhi

Kau …
Yang hadir dalam
hatiku..
jiwaku..
Memberiku kehidupan yang lebih indah
Memberikan warna untuk hari-hari suramku
Namun..
Yang aku fikirkan hanyalah
“Sampai kapan kamu akan mencintaiku”
Karna aku takut..
Aku takut jika harus kehilanganmu
Tapi . .
Inilah keputusanku
Ku ingin kamu lebih bahagia
Aku tak ingin kamu tau . .
Bahwa aku memiliki kekurangan dan ketidak sempurnaan
Aku lemah. .
Aku tak berdaya. .
Karna aku masih mencintaimu
Namun harus segera kau tinggalkan aku
Dan semoga kamu bahagia , karna diluar sana masih ada wanita yang lebih sempurna dariku

Hanya mimpi – oleh Dinar Fhi
Mojokerto

Rindu Menyapa – oleh Aulia Jihan Raa

Jika sanggup ku ungkapkan
Jika mampu ku katakan
Risalah ini kemana ku tujukan
Kerinduan ini kapan ku utarakan

Sanggupkah ku hadapi pahit ini?
Mungkinkah semua akan kembali?

Ketika derita tersapu bahagia
Ketika perih mempunyai bingkai
Kala itu aku duduk disampingmu
Temani dirimu lukiskan wajah sayuku

Kini rindu tinggal kata
Bahagia tinggal rasa
Aku dan dia telah berpisah
Bahkan untuk selamanya

Rindu Menyapa – oleh Aulia Jihan Raa
Surabaya
aulia-jihan-raa.blogspot.com