Category Archives: Puisi Bimbang

Seandainya – oleh Uswatun Hasanah

Seandainya ….

Dulu aku meneguhkan hatiku karena kebimbangan
Dulu kutak menerima karena keterpaksaan
Dulu tak terjadi ikatan antara aku dan kau
Dulu tak menjalani karena aku sedang menunggu

Dulu tak berkhayal menunggu seseorang yang belum pasti
Tak memastikan diri untuk selalu menunggunya
Tak meyakinkan diri bahwa dia akan datang
Continue reading

About these ads

Yakinkan Aku Tuhan – oleh Nandica Ajeng Pramesty

Entah tak tau apa yang kurasa saat itu..
Hingga aku berusaha untuk menyerah..
Entah tak tau apa yang ku bayangkan saat itu..
Hingga aku mulai jenuh dengan semua..
Entah tak tau apa yang kualami saat itu..
Hingga aku merasa payah dan gagal..
Continue reading

Hitam – Putih – oleh Mulia Az-zahra

Beri aku antara hitam atau putih.
Jangan abu-abu yang kau beri.
Dulu kau janjikanku Putih untukku.suci,bersih,murni.Lembut,anggun.saati ini aku menantinya.Putih yang ku rindu,Putih yang kuharap.saat ini tak kunjung jua.Tertatih,merintih,merasakan sayatan-sayatan kalbu yang mendalam.Dimanakah dirimu??Pergi,Hilang tanpa kabar.Mana Janji Putihmu??
Jika,kenyataannya Hitam yang akan kau berikan padaku.aku ikhlas.meski rasanya belum siap untukku menerima semua kenyataan yang selama ini membayangi diri.Semua itu Berada dalam angan.
Aku Bimbang!!! Hitam atau Putihkah yang akan kau berikan pada diri ini?
Aku Muak Pada abu-abu yang kerap kali membelenggu diri.Beri kepastian padaku agar kutau apa yang harus kulakukan untuk masa nanti..
Tak Ada Hatikah dirimu??
Sesungguhnya Hati ini ingin menerima putih darimu.Namun,itu hanyalah seuntai harap yang akhirnya harus pupus.
Aku Ingin Bebas Mengepakkan Sayap Selebar-Lebarnya ….

Hitam – Putih – oleh Mulia Az-zahra
Depok

Maafkan aku – oleh Indah Widyawati

Disaat cahaya semu mulai beranjak bangun
Dikala hati ini tak kuasa membelenggu sendu
Kau datang dengan raga nan lemah
Memberi sejuta warna nan mempersona
Merangkai sejuta untaian makna nan tersirat di kilau mata
Dirimu yang telah mampu menghapus duka
Dan dirimu pula yang telah sanggup menuai kilauan senja
Yang selama ini selalu aku nantikan
Hingga pernah terbelenggu dalam dusta
Dan tatkala itu pula
lidahku membeku seketika
menuai senyuman tanpa sejuta makna
melukis debaran cinta yang kian lama kian merekah
Namun maaf…
aku tak sanggup menggenggam jemarimu
melangkah bersama dalam duka dan sukamu
mempersatukan rasa yang memang saling terasa
Karena..
Aku tak sanggup lagi merintih lara
Dalam sajak pendustaan asmara
Dalam penjara iblis nan bergairah

Maafkan aku – oleh Indah Widyawati
Pasuruan

Dititik Akhirku – oleh Yuli Anggraini

Aku mulai jenuh dengan semua ini
tapi tetap aku jalani
walau sebenarnya tak sanggup
ku coba..coba dan akhirnya
aku dititk dimana aku harus memilih diantara mereka
sangat sulit bagiku
aku tak ingin perpisahan
namun ku harus,harus ku lakukan walau sebenarnya pahit
aku tahu akan ada yang terluka
aku tahu akan ada airmata
aku tahu akan ada kekecewaan
tapi lihat aku
aku hanya terdiam
melihat penderitaan mereka yang semakin memuncak
aku tahan mereka
tapi tak satupun yang dapat aku selamatkan
bahkan diriku juga tak bisa

Dititik Akhirku – oleh Yuli Anggraini
Medan

Aku dan Harapanku – oleh Lutfi Risnanda

Bercerita dengan rasa penuh duka dan riang
Dengan pikiran yang selalu berangan angan
Kebutuhan perasaan selalu tak tentu adanya
Dan membayangkan sesuatu yang fana

Hal itu berlangsung bertahun tahun
Hingga waktu tak sanggup untuk menghentikannya
Ku hanya bisa berharap.. ya. berharap kau ada
Tapi ku pikir hanya sebuah harapan kosong

Aku dan harapanku selalu berdebat
Membahas yang belum tentu terjadi
Berharap ya masih berharap..
Tapi tetap itu hanya sebuah bayangan yang fana

Berhenti sejenak untuk melepas lelah
Dan itu hanya sesaat
Kau datang untuk mengabil segelas air..
Dan harapan itu kembali datang dan mengalir.

Aku dan Harapanku – oleh Lutfi Risnanda
Jakarta
facebook.com/ini.loetfhie

Di Saat Ku Harus Memilih – oleh Julia Asmaranthy

cinta datang dan pergi
bagai angin yang berhembus
tak tentu arahnya
dan tak tau entah kapan datangnya

di saatku telah memilih cintaku
kau datang membawa cintamu
cinta yang dahulu ku harap jadi miliku

kini cinta yang dahulu ada untukmu
kembali lagi memaksaku menerima dirimu
cinta ini terus membelenggu di hatiku
membuatku bingung karenanya

disaat ku harus memilih
antara kau dan dia
rasanya berat hati ini tuk memutuskan
tapi apalah dayaku ku harus memilih
maaf ku tak bisa bersamamu

Di Saat Ku Harus Memilih – oleh Julia Asmaranthy
Majenang