Category Archives: Puisi Bimbang

Pendusta Hati – oleh Ai Leni Kurniawati

Sumringah hati ini karenamu
Betapa indah hidupku saat ini
Bibir tak lagi ragu melebarkan senyuman
Semua berpihak agar aku bahagia
Tetapi mahkota tak menjamin tetap dalam genggaman
Hari itu angin membisik padaku
Memberi jawaban kerisauan hati
Rapat sekali kau sembunyikan bangkai itu. Continue reading

Memilih Satu Bunga – oleh Agus Joko Prasetyo

Kala kau berjalan di taman
Kau terburu petik satu bunga dalam genggaman
Namun saat kakimu melangkah jauh maju
Kau pasti temukan bunga yang baru
Walau sudah ada bunga nan indah di tanganmu
Kau lihat betapa lebih indah bunga di depanmu
Continue reading

Sosok hitam – oleh Rama Ma’ay

Dalam kelengangan malam itu
Di bawah terpaan sinar bulan
Di bawah bayangan beringin
Aku melihat sesosok hitam

Samar dan sedang duduk
Menyendiri tiada kawan
Bulu kuduk ku terbangun
Namun ku coba mendekati
Continue reading

Ku Sebut Nama-Mu – oleh Sriati

Menangis pilu seorang diri
Entah kemana ku harus mengadu
Selain kepada-Mu
Ya Tuhan ku
Kuatkanlah hati ku
Biarlah matahari membakar tubuh ku
Hujan mengguyur tubuh ku
Debu menjadi selimut ku Continue reading

Kosong – oleh Dian Pratama

bagai aku berdiri di tengah daratan datar yang gesang,
kosong…
terang dan gelapnya aku tak tau tujuan.
hanya sesekali melangkah
ketika terpaan angin mampu menggoyah badan.
Continue reading

Saat Hati Menebak – oleh Ulil Azmi Nurlaili Afifah

Hati bicara pada otak,
Otak berkata pada bibir,
Dan bibir bicara pada anda,
Anda percaya pada apa yang bibir sampaikan…

Hati bicara pada otak,
Otak berkata pada tangan dan kaki,
Tangan dan kaki anda bicara pada saya,
Dan saya percaya pada tangan dan kaki anda…
Continue reading

Rongga Jiwa – oleh Regina Oktavianti Dewi

dalam sepi ku , bersama lamunan embun malam
menangis untuk bersujud pada sang kuasa
berdoa berzikir menuntut kalbu
maafkan aku tuhan ,
aku yang kecewakan engkau
aku lahir dalam btinMu
menjadi muslim yang beramal solehah
tapi hatiku tertutup kabut
aku berdosa melangkahkan hati ini
dalam pintu gereja,
menatap lilin-liln yang terbakar
dan menyembah sang yesus.
Continue reading