Category Archives: Puisi Masa Lalu

Manisnya masa lalu – oleh Tita Nita

Ku duduk melamun, terbayang wajahmu
Berharap kita kan bertemu
Mengulang cerita di masa lalu
Begitu keinginanku
Ingin ku kembali berbagi sgalanya denganmu
Continue reading

About these ads

Kukenang Masa Lalu – oleh Tita Nita

Andaikan dulu aku tak mengenalmu
Semua takkan terjadi padaku
Apakah kamu tau??
Aku mengenalmu maka ku tak bisa melupakanmu
Tak bisa lupa akan adanya kita
Continue reading

Sampai kini – oleh Uswatun Hasanah

Kamu menyisakanku dalam sudut terperihmu
Mengapa kau minta kembali lukamu dalam kerapuhanku?
Kau tahu aku rapuh sedari dulu
Mulai memintal satu persatu benang cerita kelamku
Lalu kau lumpuhkan kembali dalam ketidakpastian yang semu
Antara kau mempertahankan cerita dan menutup asa
Antara kau mengharap keajaiban setelah memutuskan impian
Antara kepastian yang tak berujung hingga harus kusimpulkan dalam berjuta pertanyaanku
Aku hanya menanti dan menanti Continue reading

Aku Teringat – oleh Nadya Ela Oktaviani

Aku teringat ..
Saat pertama kita jumpa ..
Berkenalan dengan wajah yang tersipu malu ..
Dan dengan jantung yang berdebar kencang ..

Aku juga teringat ..
Di taman inilah kita saling berjumpa ..
Saling canda , tawa , bergembira dan menangis bersama ..
Dan di taman ini juga kita menjalin kasih ..
Continue reading

Lambai Terpejam – oleh Tri Setiadiharyo

masih ada sangat banyak rindu terpendam
jika kau mampu tuk sekedar meraba hatiku
lihatlah…. masih sama seperti dahulu
dengarkanlah….. aku masih setia menunggu
jika gelapnya dingin malam buatmu menangis
mengapa terik siang buatmu silau dan sembunyi

kucoba lambaikan tangan waktu itu
berharap kau kan datang dan menyambutku
yahhhh… memang semua sudah tak lagi sama
maaf aku terlalu mudah tuk menyerah
aku yang berharap dan terus bermimpi
terpejam menatap puing harapanku

tersenyumlah masa laluku
aral takkan memelas,,,, tentu aku tau
jika secuil rasa ini memang berarti bagimu
kan ku jaga sampai kau kulihat pergi

Lambai Terpejam – oleh Tri Setiadiharyo
Cilacap

Derita putra putri ibu pertiwi – oleh Putri Triana Oktafia

hari demi hari tlah terlewati bersama isak tangis dan pertumpahan darah tak berdosa..
Surga senda tawa kini tlah berubah menjadi lautan pula sara..
Perdamaian kini tlah berubah menjadi permusuhan..
dan kekayaan nusa bangsa kini tlah diterjang ombak habis-habisan .
Belum cukup semua derita ini,
putra putri bangsa gugur ditangan para iblis negara..
gugur terbantai,tertembak dan tersiksa .
wajah-wajah tak berdosa tergeletak tiada sukma..
hanya raga yang terlindas diatas tanah nusa bangsa..
tiada air yang membasuh raga,
tiada kafan yang menyelimuti jiwa perkasa…
hanya iringan doa yang menemani sukma kehadapan yang maha kuasa

Derita putra putri ibu pertiwi – oleh Putri Triana Oktafia
Ponorogo, Jawa Timur

Membingkai Kenangan – oleh Uswatun Hasanah

Wajahku berkelit
Saat duduk seorang diri
Menatap sembilu dan menerawang jauh
Kini bayang masa lalu itu tampak
Namun akhirnya kian memudar
Perlahan… dan perlahan..

Tak mungkin untuk membalikkan keadaan
Atau bahkan mengembalikan waktu
Bayang itu menelurkan kenangan yang indah dan manis
Meski sesunyi ini di jalan keraguan
Melihat seolah tak melihat
Memiliki seolah tak memiliki

Tapi…
Harus aku teguhkan hati
Bahwa ia pergi menjemput mimpinya
Dan menemukan bahagianya
Untuk berbagi denganku jua
Ia bagikan madu racunnya kehidupan
Ia himpitkan aku pada kenyataan
Menawar raga bertolak perih
Menawar rasa menyimpan luka
Mengantarku mengenal dunia
Mengenalkanku pada hal yang tak kuketahui dan tak ingin kutahu sebelumnya

Pergilah sejauh kau pergi saat ini…
Agar ku mampu meninggalkan segala bayangmu
Secepatnya!
Selekasnya!
Selamanya!

Puisi ini karya Uswatun Hasanah
Surakarta