Category Archives: Puisi Masa Lalu

Aku Teringat – oleh Nadya Ela Oktaviani

Aku teringat ..
Saat pertama kita jumpa ..
Berkenalan dengan wajah yang tersipu malu ..
Dan dengan jantung yang berdebar kencang ..

Aku juga teringat ..
Di taman inilah kita saling berjumpa ..
Saling canda , tawa , bergembira dan menangis bersama ..
Dan di taman ini juga kita menjalin kasih ..
Continue reading

About these ads

Lambai Terpejam – oleh Tri Setiadiharyo

masih ada sangat banyak rindu terpendam
jika kau mampu tuk sekedar meraba hatiku
lihatlah…. masih sama seperti dahulu
dengarkanlah….. aku masih setia menunggu
jika gelapnya dingin malam buatmu menangis
mengapa terik siang buatmu silau dan sembunyi

kucoba lambaikan tangan waktu itu
berharap kau kan datang dan menyambutku
yahhhh… memang semua sudah tak lagi sama
maaf aku terlalu mudah tuk menyerah
aku yang berharap dan terus bermimpi
terpejam menatap puing harapanku

tersenyumlah masa laluku
aral takkan memelas,,,, tentu aku tau
jika secuil rasa ini memang berarti bagimu
kan ku jaga sampai kau kulihat pergi

Lambai Terpejam – oleh Tri Setiadiharyo
Cilacap

Derita putra putri ibu pertiwi – oleh Putri Triana Oktafia

hari demi hari tlah terlewati bersama isak tangis dan pertumpahan darah tak berdosa..
Surga senda tawa kini tlah berubah menjadi lautan pula sara..
Perdamaian kini tlah berubah menjadi permusuhan..
dan kekayaan nusa bangsa kini tlah diterjang ombak habis-habisan .
Belum cukup semua derita ini,
putra putri bangsa gugur ditangan para iblis negara..
gugur terbantai,tertembak dan tersiksa .
wajah-wajah tak berdosa tergeletak tiada sukma..
hanya raga yang terlindas diatas tanah nusa bangsa..
tiada air yang membasuh raga,
tiada kafan yang menyelimuti jiwa perkasa…
hanya iringan doa yang menemani sukma kehadapan yang maha kuasa

Derita putra putri ibu pertiwi – oleh Putri Triana Oktafia
Ponorogo, Jawa Timur

Membingkai Kenangan – oleh Uswatun Hasanah

Wajahku berkelit
Saat duduk seorang diri
Menatap sembilu dan menerawang jauh
Kini bayang masa lalu itu tampak
Namun akhirnya kian memudar
Perlahan… dan perlahan..

Tak mungkin untuk membalikkan keadaan
Atau bahkan mengembalikan waktu
Bayang itu menelurkan kenangan yang indah dan manis
Meski sesunyi ini di jalan keraguan
Melihat seolah tak melihat
Memiliki seolah tak memiliki

Tapi…
Harus aku teguhkan hati
Bahwa ia pergi menjemput mimpinya
Dan menemukan bahagianya
Untuk berbagi denganku jua
Ia bagikan madu racunnya kehidupan
Ia himpitkan aku pada kenyataan
Menawar raga bertolak perih
Menawar rasa menyimpan luka
Mengantarku mengenal dunia
Mengenalkanku pada hal yang tak kuketahui dan tak ingin kutahu sebelumnya

Pergilah sejauh kau pergi saat ini…
Agar ku mampu meninggalkan segala bayangmu
Secepatnya!
Selekasnya!
Selamanya!

Puisi ini karya Uswatun Hasanah
Surakarta

Kenangan masalalu yang pahit – oleh Siti Nurliah

Dulu…
kamu pernah menjadi bagian dari hidupku
bahkan ketika kita bersama didalam hatiku berbicara bahwa aku sangat bangga memiliki kamu namun seketika orang yang aku bangga-banggakan selama ini ternyata telah mengkhianatiku dengan cinta yang lain

sakit hati !
itulah yang aku rasakan saat itu, aku kecewa ! aku marah ! kenapa kamu lakukan itu sama aku?!

tetapi…
aku tidak pernah dendam dengan apa yg tlah kamu lakukan sama aku , memang pada saat itu hatiku sangat ingin menjerit karna tidak kuat untuk menahan rasa sakit ini tapi aku selalu menyembunyikan nya dibalik senyuman sampai saat ini :’)

oleh – Siti Nurliah

Kenanganmu – oleh Afrilla

Tahukah dirimu
Tahukah dirimu kenanganmu membuatku terluka
Kenanganmu membuat mimpi mimpi ku seakan hampa
Kenanganmu membuatku tertinggal oleh waktu…

Dan kini aku slalu bertanya dimanakah dirimu..

Dirimu yg slalu membisikkan kata kata indah
Dirimu yg slalu membuat ku tersenyum
Dirimu yg slalu memberiku janji janji yg membuatku percaya

Tahukah kamu
Aku slalu bertanya dalam keadaan tersendiri…

Dimanakah dirimu…
Secepat itu kah kamu pergi
Aku sangat tersiksa oleh sebuah kenangan ini….

Hatiku seakan terkunci dan kuncinya telah terbawa oleh mu dan kini aku terpenjara oleh kenanganmu….

afrilla
smp n 7 bks

Maaf yang Tertunda

sengaja hari ini..
sengaja saat ini..
kutuliskan isi hati ku..
hati yang tak sempurna karena masalalu..

dimana engkau saat aku merindu..
dimana engkau saat aku butuhkan..
aku tak menyalahkan..
akupun tak memaksakan..

aku sadar akan keberadaanku..
namun aku tak tau seperti apa sebenarnya kau menganggapku..

aku sangat mencintaimu..
namun terkadang akupun ragu kepadamu..

namun perasaanku masih sama seperti dahulu..
saat kita pertama bertemu..
saat kita masih saling cinta..
dan saat engkau mulai menjauhiku..

kini saat kita saling acuh seakan tak peduli..
aku hanya ingin meminta maaf kepadamu..
tentang janji dan masadepan yg telah aku ingkari..

karya: Alfi