Category Archives: Puisi Patah Hati

Layunya cintaku – oleh Putri Nur Azizah

Tertatih tatih jalanku
Berjinjit menghindari batu
Mengikis lumut di permukaan
Menepis perasaan ‘ bahaya ‘

Arus ini harus dilalui
Batang hidungmu ada di sana
Pancaran senyum indahmu telah ku rasakan
Continue reading

About these ads

Hujan di Kemarau – oleh Irfan S.P.

Surya berpendar, langit terpancar
Angin menyeka keringat
yang tinggal di badan.

Mata tertuju hanya ke atas,
hampir hilang sadar dibawa lamunan.
Merayap lembut, terpa pikiran dengan bayangan.
Kian lama, kian jelas
bukan yang asing di pandangan.
Continue reading

Cinta Insan Biasa – oleh Suanas

Sesaknya nafas yang kurasa
Saat melihatmu bersamanya
Kecewa batinku terluka
Saat melihatmu jadi miliknya

Menangis hatiku menangis saat cintaku tak bertepi

Menangislahku dalam sepiku
Dalam hatiku dalam hidupku
Kecewalahku dalam hatiku dalam hidupku dalam cintaku
Continue reading

Menahan Cinta – oleh Yuli Anggraini

perlahan demi perlahan
kamu mulai sirna
mulai menjauh dari mataku
tapi tidak dalam hatiku
aku hanya diam seribu bahasa
melihat kepergianmu
tapi ternyata kamu tak peduli lagi
dengan cinta ku
aku mengerti,,
kamu ingin melupakanku
Continue reading

Tega – oleh Uniquenurlita

langit tadi cerah
saat aku tersenyum membayangkanmu
tapi langit berubah menjadi mendung
saat kau ucapkan kata putus

aku sakit
terasa sakit jantung ini
melihat kau bahagia disana
telah memilika pasangan baru

terlalu cepat
kau melupakanku dan berpaling
untuk mencari cinta yang baru
dan kini kau menemukannya

aku disini berkorban
atas cinta ini yang belum padam
masih mencintaimu
dan masih menunggumu

kenapa kau tak ucapkan kata putus itu sendiri
apa kamu takut?
aku masih mencintai kamu

tapi aku terima keputusanmu
jika itu yang terbaik
aku akan mencoba melukamu
selamat tinggal sayangku
I LOVE YOU

Tega – oleh Uniquenurlita
Bandung

Seandainya – oleh Purwanti Mulia Intan

Seandainya kau jadi aku
Bisakah kau tahan semua pilu
Bisakah kau tahan saat teracuh
Bisakah kau tahan saat terjatuh

Kalau saja aku sudah tak ada
Apa kau kan mencariku ??
Marah saat aku tak balas pesanmu ??
Seperti yang ku lakukan saat kau tak mengabariku..

Apa malah mungkin kau acuh dan tak mau tau semua
Aku tau siapa aku sekarang dimatamu
Sadarkah kau yang disana
Aku masih sangat menyayangimu

Bahkan sampai detik inipun masih ku kunci rapat hatiku
Hey kau yang disana ,,
Paham gg sh aku rindu ??
Aku hampa :’(

Kenapa kau slalu marah tiap aku bertanya ??
Kenapa jawaban yang kau beri hanya membuat Luka ??
Apa aku benar benar sudah mati di hatimu ??
Terus gimna dengan aku yg masih menyimpanmu di memory terdalam hatiku ??

Aku tak mengerti semua ini
Kenapa terus dan terus saja aku menunggumu
Padahal sudah sangat jelas aku tak kau ingini
Tapi hati aku slalu tabah atas perlakuanmu

Aku Terluka , kau tertawa
Aku menangis, kau tak peduli
Aku jatuh, kau tak merasa
Aku matipun kau takkan mengerti

Seandainya – oleh Purwanti Mulia Intan
Brebes

Biarkan Aku Jadi Puisi Mu – oleh Yositia Permata Sari

Ku nyanyikan kisah kita pertama kali ketemu
ku slalu abadikan kisah dimana kamu menemani hari-hari ku
slalu ku perkuat bayangan senyum mu agar tak pudar
kembalikan dia seperti sediakala Tuhan….

walaukamu tak pernah aku miliki
tapi aku justru orang yang paling tak bisa melupakan mu
ku coba cinta yg lain untuk mengisi hatiku
tapi lagi dan lagi ku slalu inget kamu

bila kau tak menginginkan aku tuk disisi mu
BIARLAH AKU JADI PUISI MU
jadi orang yg mencintaimu tapi tak dicintaimu
ku sadar ku tak sesuai apa kata hatimu

Biarkan Aku Jadi Puisi Mu – oleh Yositia permata sari
Brebes