Biarkan Aku Jadi Puisi Mu – oleh Yositia Permata Sari

Ku nyanyikan kisah kita pertama kali ketemu ku slalu abadikan kisah dimana kamu menemani hari-hari ku slalu ku perkuat bayangan senyum mu agar tak pudar kembalikan dia seperti sediakala Tuhan…. walaukamu tak pernah aku miliki tapi aku justru orang yang paling tak bisa melupakan mu ku coba cinta yg lain untuk mengisi hatiku tapi lagi…

Jantung Hati Yang Telah Usai – oleh Hadi Buana Senja

Aku resah…. Aku gundah… Love is blindness Trespassers William mengikuti letupan hening yang membabi buta Dititik sepi aku terhempas dalam lingkar gerak dan dahaga hasrat Ah…dimana dia sekarang? Mati menahan rindu dalam penatku Tumpukan buku-buku yang sedang kubaca tetap saja membatu tak membantu Edan… Aku sekarat menahan asmara…. Asmara dibekap tak bersuara bahkan seperti mati…

Perasaan ini – oleh Nurochmah Wati

Perasaan ini bercampur aduk Antara sayang dan benci Antara sayang dan acuh Antara rindu dan sengit Sungguh. . . Semuanya bercampur Hatiku lelah rasakan Ragaku bimbang lakukan Perasaanku kau ombang ambingkan Kesana kemari dengan kencang Menjadikannya sesak Dan berakhirlah sakit Mengapa? Mengapa kau titipkan luka dihatiku? Mengapa kau sumbangkan duri itu? Yang menusuki, yang merobeki…

Kasih Yang Ditinggal – oleh Ade Supriadin

Kerlap – kerlip bintang menghiasi jagat raya Membuka ingatan pikiran pada Sang pencipta Kututup muka dengan jari – jari kasar Terucap kata istigfar spontan Angin berhembus menyisir muka yang lusuh Membangkitkan lamunan yang jauh Teringat seseorang gadis kota Yang terjamah karena rasa cinta Tergoda akan kecantikannya Lima tahun aku bersemayam cinta padanya Saling berbagi kasih…

Pembuang Hati – oleh Nanda Insadani

Datang,meletakkannya,dan pergi! Itulah engkau wahai pembuang hati! Engkau tak beda persis layaknya pembuang bayi… Akupun merasakan setelah dirimu beraksi… Tak bertanggung jawab! Itulah simbol keperkasaanmu,wahai tak beradab! Kupungut hatimu dengan ketulusan nan sedap… Kau pun langsung menghilang dalam sekejap… Dulu kau bilang setia! Kini kau lah yang menjilat ludahmu,wahai iblis berwujud manusia! Tak pernah kuduga…

Pedulikah Kau – Nabila Chairunnisa

Kau cinta pertamaku… Hanya kau, yang ku bayangkan saat ku akan tidur…. Saat kepala ini telah tersandar di pulau kapuk….. Kau menari di angan….. Kau terbang terbang hinggap di pikir ku… Kegilaan ini menyesatkan…. Terperangkap dalam senyum fatamorgana mu… Terpenjara dalam sorot mata mu… Sedih, Gundah, Sakit, Perih Itu yang kini ku rasakan… Cermin, apakah…