Category Archives: Puisi Patah Hati

Apakah mencintaimu harus sesakit ini – oleh Retno puzi astuti

Jujur mungkin aku telah lelah bertahan
aku lelah bertahan dengan ketidak pastian ini
aku lelah menunggumu agar bisa mencintaiku
tapi kau tak pernah ada sedikit perhatian

Aku sadar siapa diriku dan siapa dirimu
aku sadar kita tak bisa bersatu
maka dari itu aku mencoba melupakanmu
aku tak ingin terlalu dalam mencintaimu
Continue reading

About these ads

Ku Biarkan Dia Pergi – oleh Aulia Jihan Raa

Dingin malam memelukku
Guratkan segenggam kenangan
Kenangan yang lama terjaga
Namun akhirnya tinggal

Siapa yang bodoh ?
Aku, ataukah dia ?

Ku padukan harmoni cinta dengannya
Ku lengkapi kekurangan di dirinya
Ku hapus sedih, gundah, & resahnya
Karena aku sangat menyayanginya
Continue reading

Luka Untukku – oleh Diandra Rahmadiany

Burung-burung tak lagi berkicau mengalunkan nada indahnya
Pelangi taklagi menampakkan warnanya
Matahari taklagi menghangatkan jiwa ini
Hingga tanduslah tanah tempat ku berpijak

Pisau ini…pisau ini
Tlah menjadi saksi bisu
Darah yg mengalir tlah terlepas tubuhku
Goresan luka sulitlah tuk menutup
Continue reading

Layunya cintaku – oleh Putri Nur Azizah

Tertatih tatih jalanku
Berjinjit menghindari batu
Mengikis lumut di permukaan
Menepis perasaan ‘ bahaya ‘

Arus ini harus dilalui
Batang hidungmu ada di sana
Pancaran senyum indahmu telah ku rasakan
Continue reading

Hujan di Kemarau – oleh Irfan S.P.

Surya berpendar, langit terpancar
Angin menyeka keringat
yang tinggal di badan.

Mata tertuju hanya ke atas,
hampir hilang sadar dibawa lamunan.
Merayap lembut, terpa pikiran dengan bayangan.
Kian lama, kian jelas
bukan yang asing di pandangan.
Continue reading

Cinta Insan Biasa – oleh Suanas

Sesaknya nafas yang kurasa
Saat melihatmu bersamanya
Kecewa batinku terluka
Saat melihatmu jadi miliknya

Menangis hatiku menangis saat cintaku tak bertepi

Menangislahku dalam sepiku
Dalam hatiku dalam hidupku
Kecewalahku dalam hatiku dalam hidupku dalam cintaku
Continue reading

Menahan Cinta – oleh Yuli Anggraini

perlahan demi perlahan
kamu mulai sirna
mulai menjauh dari mataku
tapi tidak dalam hatiku
aku hanya diam seribu bahasa
melihat kepergianmu
tapi ternyata kamu tak peduli lagi
dengan cinta ku
aku mengerti,,
kamu ingin melupakanku
Continue reading