Tulus Cinta – oleh Ade Candra

AKu datang bukan sekedar memetik jemari datangkan nada cinta aku juga datang membawa jiwa dan juga asa membuatmu tak pernah menyesal mencintaiku seperti terumbu karang yang kokoh walau terhantam gelombang aku kuat dengan keyakinan hanya kau yang pantas mendapatkan cintaku dan hanya aku yang pantas mendapatkan cintamu walau temaram sauh jiwa akan tetap menyala datangkan…

About these ads

Marlina – oleh Sapta Handoko

Marlina, adakah kau tahu aku selalu memperhatikanmu Aku selalu ingin didekatmu Aku selalu ingin melihat senyum manismu Tanpa kau tahu aku melakukan hal itu Marlina, mungkin hanya lewat puisi ini aku dapat berkata Aku cinta kamu Aku sayang kamu Dan aku ingin kau tahu Aku mau jadi kekasihmu Marlina, apakah engkau juga cinta aku Adakah…

Entahlah – oleh Angga Yudha

Entahlah.. Hanya itu yang bisa aku telaah Ketika aku menjadi sesuatu yang lemah Mungkin inilah efekku menjadi semakin lelah Mungkin aku adalah sampah Di setiap sudut ruang pikirmu yang terpecah belah Aku tidak bisa mengembalikan sesuatu yang telah tumpah Engkau telah menilaiku salah Itu hanya sia-sia Kini kau telah bahagia Bersmanya, bersandar di bahu yang…

Kau Hancurkan – oleh Miftachul Jannah

“Setiap kata yang terucap Setiap nada yang berlagu Dan setiap tetes yang mengalir Ku simpan dalam rindu Kucoba meninggalkan derita Kucoba merengkuh kebahagiaan Namun yang kudapat Hanyalah serpihan hati yang hancur Kau hancurkan hati Kau hancurkan perasaan Kau hancurkan semua mimpiku Dan kau hancurkan semua pengorbanan untukmu Sekarang kau pergi Meninggalkan seribu janjimu Ini hanyalah…

Memeluk Senyummu – oleh Rivi Hamdani

Mencoba hadirkan seraut wajahmu diangan Sembari melukis senyum sederhanamu Berlinang penuh kenangan Dalam diam di sepi malamku Sujudku seribu doa Sajadahku lusuh tak tertata Dzikirku rapuh penuh pinta Mohon keadilan padaNya Hatiku terpasung duka Takutku menari di ujung syahadat Tenggelam di sepi jiwa Merangkai tanya tiap kalimat Doa adalah caraku memelukmu Senyummu adalah penawar meniti…

Bungaku sedang mekar – oleh Edi Violla

Bungaku sedang mekar.. Wanginya terus menyebar.. Pesona jelas tertebar.. Bahagia seperti di surga.. Tak ada kata berduka.. Jauh dari luka.. Ku sentuh bibirmu yang lembut.. Tatapanmu menyambut.. Hatiku lalu terpaut.. Di depanmu aku takluk.. Di belai udara yang sejuk.. Di pelukanmu aku mabuk.. Hari ini kau cantik.. Detik ini kau sangat cantik.. Menit demi menit…

Berlari Angin – oleh Nur Saputri

Tidak terasa sudah banyak terlewatkan Takut, dan bahagia Semenjak jiwa yang sepi Kini aku sadari akan kesucian Suci pada diri murni pada hati Jauh ketika bersama Jauh ketika jiwa bersama Jauh ketika senyum tertawa Dekat ketika jauh ada Aku tidak akan ada Aku tidak bisa ada Sendiri ada kerana bisa Tidak ada kerana sendiri Terbawa…