Category Archives: Puisi Harapan

Cahaya? – oleh Rahimatus Sania

Ku mainkan permainan ilusi
mencoba meniadakan kesendirian
ku memmbuat teman dalam kesepian
meski kenyataan nya
saat ku sadar ini lebih menyakitkan
tak tahu ku harus pergi kemana
harus berjalan kemana
agar membuat harmoni ku indah Continue reading

About these ads

Cinta tak Terbalaskan – oleh Wildan Aulia Octaviani

Kasih…
Ku selalu memperhatikanmu
Ku selalu menyayangimu
Kasih…
Hanya kau yang ku rindukan
Saat kau tak ada di ruang ini

Kasih…
Kau mengetahui semuanya
Kau mengetahui perasaanku padamu
Tapi mengapa???
Kau tak pernah sedikit saja menyapaku Continue reading

Sepotong Senyum – oleh Riski Diannita

Di ruang rahasia
berjajar topeng berjuta rupa
tangis, tawa, murung, ceria

Sejujurnya
manusia punya muka
mengapa masih jua
topeng merajalela
memaksa tuk dipasang
meminta tuk dipandang
Continue reading

Doa Anak Jalanan – oleh Nandica Ajeng Pramesty

Usai sudah Sujudku dihening fajar
Kini giliran tasbih suci melilit jemari
Dan memulai mengucap zikir.
Lalu,
Lantunan doa kuucap lirih
Seraya mengadahkan tangan
Memohon pada Tuhan. Continue reading

Biarkan Aku, Tuhan – oleh Aisyah Istianna

Tuhanku….
Aku bersimpuh dalam lemahku..
Biarkan aku pergi..
Biarkan aku memilih..
Biarkan aku mendaki hidupku..
Melewati rimba yang kau siapkan..
Melewati cobaan yang Kau ujikan..
Hamba takut, melewatinya begitu saja..
Kuatkan hamba, Tuhan..
Continue reading

Seandainya takdirnya – oleh Nicma Faneri

kerinduanku padamu membawaku dalam kesendirian. membuatku hidup dalam kehampaan. dirimu yang aku rindu kini entah kemana tinggalkan aku sendiri di sini yang telah lama kehilangan arah tujuanku. aku telah lama buta akan cintamu. sungguh ku rindukan kamu ingin ku peluk kamu saat ini. telah lama aku setia pada satu cinta. suatu cinta yang ada dalam rasa kepalsuaan tak berujung dengan pasti. tak ada hak bagiku untuk menuntut banyak hal padanya karena aku bukanlah kekasihnya, bukan siapa-siapa dalam hidupnya. aku orang lain baginya. tapi dia bagiku adalah suatu keindahan yang nyata. ”oh tuhan. apa aku telah buta?”. aku tak dapat melihat keindahan cinta yang nyata. seakan aku bagaikan sang buta yang berharap dapat melihat keindahan dunia nyata.. dan aku juga percaya pada janji tuhan. aku percaya bahwa aku mampu melalui ini semua dengan rasa syukur. pahit dan manis ini sudah menjadi rasa dalam aroma secangkir kopi di setiap pagiku. Continue reading

Bintik-bintik Senyuman – oleh Ayu Andini Utami

Yang abadi memang tak tampak dan tak terlihat
Syurga yang dijanjikan nya adalah akibat dan bukan sebab
Manusia yang tertampar dalam hidupnya ciri dari tidak adanya penghormatan
Yang seharusnya tunduk dan patuh pada-Nya sang Maha Esa sang Maha Kuasa
Lamunan yang membuai bukanlah segalanya dari titik tumpu kesuksesan
Bukan pula uraian kata yang hanya terucap seketika
Namun ihktiar lah yang seharusnya ada dan dilakukan
Doa memang pertama namun tidak cukup itu saja
Lihatlah jerih payah tulang punggung itu bercucuran keringat
Tanda kesungguhan dalam harapannya Continue reading