Category Archives: Puisi Harapan

Metamorfosa – oleh Nurul Andiyah

aku lah telur kecil berserakan
kadang tersingkir mengusik keganasan hidup
tak cukup ruang untuk meneduhkan badan
membaur bersama alam membenam dalam kegelapan

aku lah ulat bulu merayap dahan cemara
menjilat ranting menggerogoti daun berlubang
menginjak kerajaan semut rangrang
tergigit menggeliat bulu bertaburan
Continue reading

About these ads

Mengejar Mimpi – oleh Risna Nurhamidah

Tak jera ku melangkah…
Merajut semua mimpi yg semakin lemah
Jalan terjan yang ku tempuh selama ini
Panas terik mentari tak kunjung usai

Namun satu yang ku genggam
Untuk menggapai semua mimpi itu…
Akan ku kejar mimpi itu setinggi langit
Serasa kelu lidah ini…
Continue reading

Stasiun mati – oleh Citra Lesmana Ady Wibowo

Besi baja usang tergeletak seolah tak berdaya
Tak berdaya akan arogansi sang penguasa
Berkarat coklat termakan usia
Nasib sebatang rel usang di stasiun tua
Sekilas terlintas segelintir insan berlalu lalang
Yang sekiranya tak mengerti apa yang harus dilakukan
Karena tak seperti biasanya
Tak ada orang yang menghiasi kursi peron yang berjajar
Semua terasa sepi….sunyi..
Bulu kuduk akan berdiri sendiri
Jika kau hanya sendiri di stasiun
Di stasiun mati ini Continue reading

Perjalanan cintaku – oleh Basuki Santosa

Ketika senja berbalut mutiara
langit berhias pelangi
kau datang menyapa rasa
walaupun sekejab diujung senjaku

teriring gerimis malam
kuhabiskan waktuku bersamamu
merajut indahnya bintang bintang
memetik bulan bersamamu
Continue reading

Berangkat Demi Satu Tujuan – oleh Nandica Ajeng Pramesty

Ini kisahku
Langkah pertamaku
Bertemu wajah baru
Dan pengalaman baru
Berawal dari keyakinan diri
Untuk berani menjadi anggota paski
Walau panas terik mentari
Walau hujan mengguyur
Meski teriakan pelatih mendesing
Meski keringat bercucur deras Continue reading

Doa akhir Ramadhan – oleh Sky Shucaya

Aku pun tak bisa berontak atau berbuat banyak,
Mengayuh zikir di bawah rimbun Ramadhan
Mengulang do’a sakti tentang hidup
Jauh di rasa lelah mendera.

Aku ini jiwa lemah terpapar rasa dosa
Ingin membasuh rindu di tengah hening dunia bersama gerimis dan tarian bulan bintang yang turun perlahan ke pundakku.

Maka datang seorang gadis lembut
Datang dalam jodohku
Memaparkan perjalanan tentang pertemuan kita,
Bumi bergetar angin bergemuruh
Laksana jantungku.

Sehingga ku lantunkan satu hasrat pada pemilik segala pemilik
Di atas ujung Ramadhan ini
Isilah cawan kosong ini dengan seteguk anggur merah
Yang memapahku menembus kulit hitam hidup sendiri.
Dan kita pemilik bahagia itu.

Doa akhir Ramadhan – oleh Sky Shucaya
Sumedang

Gelap dan Terang – oleh Ong Monika Josephine

Gelapnya hati lebih gelap jiwa seseorang
Terangnya matahari lebih terang sebuah ketulusan
Gelapnya pikiran lebih gelap ketakutan
Terangnya ilmu lebih terang sebuah hikmat
Dapatkah aku melaju didalam laju kehidupan?
Segala sesuatu terlihat membingungkan
Tiada satu hal dapat ku jadikan tumpuan
Hanya ada satu saja yang terlihat menjanjikan
Dapatkah hati seseorang mengasihi dengan tulus?
Apabila tiada yang mengasihi nya…..
Dapatkah hati seseorang mengampuni dengan sukarela?
Apabila tiada yang mengharapkannya…
Didalam gelap tiada yang terang
Didalam terang tiada yang gelap
Pilih dan tetapkan langkahmu
Sebelum segalanya berakhir…

Gelap dan Terang – oleh Ong Monika Josephine
Surabaya