Category Archives: Puisi Hati

Hijab Kesucian – oleh Agoes Darmawan

Pandangan pertama sisakan kerinduan…
Saat kecantikan hilangkan lamunan..
Bola mata yg sintal dan indah…
Disertai bibir manis bak cakrawala penembus cinta…
Malam ini terasa indah kurasa..
saat melihat sosok ayu bibir manisnya…
Tuhan andai ia lebih lama lagi.. Continue reading

About these ads

Tersenyumlah Wahai Ayah – oleh Fatmawati Latif

Ayah

Air mata menitik kala mengingatmu.
Mengingat masa-masa indahmu bersama ibu. kala kalian tertawa, senyumku pun tersembul…
Saat kalian bahagia, hatiku terasa hidup.
Namun mengapa semua terbang tak tentu.
Kenangan-kenangan pahit telah menggores masa kecilku.
Memporak-porandakan mahligai indah yang terbina bertahun-tahun.
Continue reading

Perjalanan Hidup – oleh Nicma Faneri

Ku berjalan ..
berjalan terus tanpa henti
Sekalipun kaki telah lelah ..
lelah untuk menapaki

Semakin melangkah ke depan
Harus aku terjang
Kerikil-kerikil tajam
Yang selalu menghalangi jalanku
Continue reading

Izinkanlah – oleh Sahdan Kalahari

Aku membelai rambutmu yang terurai
Biar meresap kian dalam cinta ini

Tak perlu kau risau
Aku selalu berdiri di sisi jiwamu
Menjaga langkahmu
Mendekap laramu
Membasuh peluh sedihmu
Continue reading

Diari ku – oleh Yuni Melasari

Diari ku, penaku menari-nari dalam lembaranmu .
Mengungkapkan semua apa yang ada dihatiku.
Kata demi kata kuungkapkan padamu.
Kutuangkan dalam bentuk kalimat.
Kutuangkan dalam bentuk tulisan.
Jadilah kalimat dan sebuah cerita curahan hatiku.
Continue reading

Pelukanmu – oleh Ayuk Puji Hastuti

ketika ku di pelukan mu
terasa hilang semua rasa sakit yang kau lukis
tempat ternyaman yang pernah aku rasakan pertama
sungguh membuat ku ingin lagi dan lagi
damai hati ini
kini aku tau arti sebuah cinta
di saat ku di pelukmu aku merasakan cinta itu
cinta yang tulus ku rasa Continue reading

Langit di Siang ini – oleh Irfan S.P.

Dalam hiruk pikuk tengah kota,
surya terasa di atas kepala.
Tak sengaja tatapan terbawa,
lihat ke tempat yang tak biasa.

Tak tentu warna langit kini.
Entah cerah atau mendung.
Tak tampak pula wibawanya kini,
yang terpandang di hari lalu.
Continue reading