Category Archives: Puisi Islami

Lisanmu – oleh Putri Nur Azizah

Antara hijau dan biru
Kau pilih mana ?
Antara hutan dan laut
Kau pilih mana ?
Antara sejuk dan tenang
Kau pilih mana ?

Aku tau..
Antara kebaikan dan keburukan
Kau pilih kebaikan
Aku juga tau
Antata positiv dan negativ
Kau pilih positiv
Continue reading

About these ads

Keramahan Yang Hilang – oleh Nank Malleo Surya Opunk

Ketika manusia berlumuran
Dengan lumpur noda dan dosa
Manakala manusia bergelimang
Dalam puing kebohongan
Dan kemunafikan
Tat kala manusia terbuai
Oleh ilusi nikmat sesaat
Hingga lupa apa dan siapa dirinya
Continue reading

Yang Hampir Punah – oleh Nank Malleo Surya Opunk

Berabad – abad silam
Dengan kehendak Sang Maha Pengatur
Insan yang dicipta
Sebagai khalifah…
Seraya bertasbih mengagungkan
Sang Kholik azza wa zalla
Seiring para malaikat
Bersujud atas perintah
Sang Maha Penguasa jagat raya
Continue reading

Bulan Perak – oleh Diyah Anggraini

Langit hari ini tak secerah yang lalu
Namun tetap saja mataku terpesona menatapnya
Dengan awan yang menggumpal kelabu
Menambah gairahnya sinar perak yang terpancar

Walaupun bagianmu belumlah
sempurna
Tetaplah keindahan sinarmu
memukau dan memanjakan
Yang memandangmu
Continue reading

Masjid Kecil Yang Sunyi – oleh Danal Fitrah

Saat ku buka pintumu di subuh itu
Terhirup sepi menyeruak dalam kalbu
Menggenang rindu di hamparan sajadahmu
Basahi sujudku yg sendiri terbawa sendu

Biar tak merdu ku lantunkan ayat-ayat suci
Bersama dzikir ku yakin kau dengar pasti
Ku harap akan dapat sedikit mengobati
Rasa rindumu yg telah berkarat sepi
Continue reading

Akhir Sebuah Perjalanan – oleh Refsi Nurma Nelfahny

Kelam menghampiri di atas buta
Gelap tak ada rupa
Sunyi bila akan di rasa
Menyentuhnya tanpa harus meraba

Senyum gemulai seakan sirna
Mampu menghapus segala suka
Ringan hati ini berkata
Akankah firasat kan nyata?
Continue reading

Doa di penghujung malam – oleh Danal Fitrah

Ya Allah, Tuhanku Yang Maha Penyayang
Hamba gelisah karena fajar segera menjelang
Dan ku takut jalani hari yg terpuruk dan terbuang
Kala mata dunia kembali menatap garang

Tatapan itu tak hanya sekali buatku kufur
Sebab pesonanya membelai anganku tergiur
Dan bila derita hidup tak ku bingkai dgn syukur
Kembali ku dapati diri menangisi imanku tersungkur
Continue reading