Category Archives: Puisi Islami

Mualaf – oleh Nandica Ajeng Pramesty

Terucap syukur.
Saat kau tlah selesai mengucap
Dua kalimat syahadad
Sebagai tanda kau telah menginjak agama baru
Tak perlu kau ragu dengan yang sekarang
Karena aku akan membimbingmu
Hingga kau benar melekat pada iman yang kuat
Bukan aku saja, Continue reading

About these ads

Kematian yang indah – oleh Ilham Nurhamdi

Keteguhan hati seseorang
Di titik jenuhnya ia bersimpuh
Bahkan sujudnyapun tanpa malu-malu
Padahal bila menengok ke belakang
Ia pun tak luput dalam sandungan

Banyak kata mengapa?
Mengapa ia seberani itu?
Tak malukah ia?
Hati berkeluh.. Manusia..
Continue reading

Gempa yang dasyat – oleh Miftahur Rahmah

matahari telah hilang
yang sinar nya indah menyinari bumi
tertegun aku, tak berkedip mata sedikit pun

melihat bumi hancur seketika
bumi di guncangkan dengan guncangan yang dasyat
hancur berkeping – keping tak ada yang tersisa
manusia tergulai lemah
melihat bumi yang telah hancur Continue reading

Surga-Nya – oleh Putri Nur Azizah

Alunan menenangkan hati membangunkan
Panggilan menjalankan kewajiban
Sesaat sebelum fajar
Hingga melakukan kewajiban
Telah dilakukan
Dan semua dilakukan dengan semangat

Kala sang surya telah sampai di sebelah kanan
Memberi gambaran siluet indah
Ditemani kabut tipis yang nyaman
Continue reading

Sederet Kekecewaan – oleh Ahmad Fuad Setia Bakti

Aku kecewa…
Ketika ku bangun, bukan sebelum waktu subuh-Mu
Bukan ketika ku mengumandangkan senandung panggilan untuk menghadap-Mu….
Bukan ketika ku berdoa, bersimpuh mengharap ampunan-Mu….
Aku kecewa….
Ketika ku terus bermain, lupa akan waktu….
Tak berada di rumah-Mu, bertamu mengharap jamuan rahmat-Mu…
Dan berbahagia ketika ku mendengar seruan-Mu….
Aku kecewa….
Ketika ku bekerja terlalu giat, terlalu hebat…
Lewati saat indah bersujud tatkala matahari senja menyala
Rasa haru dan desir nikmat yang bersemayam di hati, menuntut bersama-Mu s’lalu yaa Rabbii…
Aku kecewa…
Tak bersedia, bergegas, menuju istana megah-Mu….
Membaca kitab surat cinta-Mu, berharap secuil mukjizat hinggap di diri…
Berharap hati sadar akan kehinaan diri…..
Berharap hati sadar akan dosa dosa ini….
Aku kecewa….
Menonton, menghujat, berdebat, tak bermanfaat….
Tatkala Engkau memanggilku, ingin bersamaku…
Di kesunyian bumi, bertasbih dan khidmat akan kebesaran dari sang Pencipta jagad ini…….
Aku kecewa…
Tak mengikuti belaian nikmat untuk bangun terjaga…
Menangisi diri, menangisi jiwa hina ini, menangisi setiap langkah yang tak berarti…..
Menangis harap lembut rahmat-Mu menghampiri……
Menangis harap ajakan menemui-Mu mendatangi…..
Menangis harap malaikat menjemput ketika ku suci…..
Ku harap Kau tak pernah kecewa padaku……
Walau tak pantas….
Ku tak ingin Kau kecewa padaku…..
Ku tak ingin Kau berhenti menghiburku……
Ku tak ingin Kau berpaling dariku…….
Ku tak ingin Kau menjauhiku…..
Ku tak ingin Kau tak mengurusku…….
Ku tak ingin Kau MENINGGALKANKU…..

Sederet Kekecewaan – oleh Ahmad Fuad Setia Bakti
Rangkasbitung

Sadarlah kalian – oleh Dani Balany

Saat aku tersadar…
Hidup ini hanya ujian
Untuk kita mencapai ridho-Nya

Saat aku tersadar…
Hidup ini sementara
Dan akan kekal pada waktunya

Merenungin apakah kita sudah berubah?
Apakah kita masih sering lalai dalam beribadah kepada-Nya
Apakah kita masih sering berfoya-foya mencari kesangan dunia yang tiada henti

Mungkinkah bila kita mati, semua itu akan mengikuti kita?
TIDAK
Tidak,dan tidak
Allah memberikan kita suka dan duka
Dia ingin kita selalu ingat pada-Nya
Dia ingin kita mengadu hanya pada-Nya
Meminta hanya pada-Nya

Dia selalu iri disaat kita lebih memilih kesenangan dunia
Daripada mengingat dan beribadah pada-Nya
Kita ini seperti hidup pada jaman kebodohan
Kacang yang lupa pada kulitnya

Buatlah hidup kita dengan masa depan yang cerah
Dengan bimbingan dan rahmat yang diridhoi oleh-Nya
Thank you Allah

Sadarlah kalian – oleh Dani Balany
Kalimantan

Ya lailati lailatul qadar – oleh Syariefnapmur

Ya laeilati, laeilatul qadar,
kusapu tiap jengkal lantainya dari debu kurapat, dindingnya pun bersih dari ajimat.
Sudilah kau singgah meski sesaat.
Setiap doa sepanjang ramadhanku, menjadi hiasan dindingnya.
Kupasang lentera dari tiap lantunan firman-NYA menjadi penerang jalan yg kan kau lalui.
Mampirlah,,,
Kumohon pada-NYA.
Datanglah,,
Jadilah tetamu diakhir malam ramadhanku.
Separuh umurku berhias dosa, Wahai malam yang didalamnya penuh ampunan jadilah penghapusnya.
Ibadahku tiada seberapa, maka jadilah pelipat gandanya karna engkaulah malam yang lebih baik dari seribu malam.
Ya lailati lailatul qadar
Disepuluh dari akhir ramadhan datangmu ku nanati, singgahlah meski sebentar.
Kusapu lantainya dari debu dosa setiap malam ramadhanku.
Dengan doa berbingkai saum berukir niat sahur dan doa berbuka sebagai hiasan dindingnya.
Trawihku dan juga tadarusku semoga menjadi lentera terang menuju diriku….
Pagi ini…
Kukirim salam sebagai undangan buat mu, kutitipkan dalam doa sholat subuhku, kupinta kehadiranmu kepada-NYA. Izinkan…
Kabulkan….
Pertemukan….
Diriku dengan malam yg kau berkahi itu ya ROBBI…..

Ya lailati lailatul qadar – oleh Syariefnapmur
Kodya mataram NTB