Category Archives: Puisi Kangen

Kerinduan – oleh Tri Eka Wira

Sesaat bayanganmu datang menghampiriku
Mengusik ketenangan yang telah lama kusimpan
Yang telah kupendam semenjak kepergianmu
Aaaa …….. ternyata menyimpan dan memendam
Suatu hal yang tak mudah
Yang telah kubungkus dan tertutup rapi
Mulai memberontak ……… Continue reading

About these ads

Sajak untukmu – oleh Indah Widyawati

Tatkala cahya fajar merekah
Kau suguhkan aku dengan dekapan belaianmu
Menepis cucuran keringat di dahiku
Menuai pena kenangan indah tempo dulu

Karna kini…
Tatkala senja menerpa
Hatiku gundah dan gelisah
Langkahku menjauh entah kemana

Kemanakah aku harus singgah??
Jika hatiku masih terukir namamu
Kemanakah aku harus pergi??
Jika kau tak kembali lagi

Mungkin hanya kicauan burung yang mengarungi nafasku
Menyampaikan sajak rinduku padamu
Pada kekasih putih biru
Cinta pertama bagiku

Sajak untukmu – oleh Indah Widyawati
Pasuruan

I Miss Someone – oleh RifQy Meidino Budiawaty

suatu malam aku berdiri aku mengingat mu,
harapan dan mimpi kita menjatuhkan air mataku..
ketika aku menyadari kamu pergi begitu cepat
kamu tahu?aku gabisa sempurna
Aku terjatuh tanpamu.. kamu mebuatku seperti aku tidak bisa berdiri..
kamu membuatku seperti aku tidak bisa hidup tanpamu aku tdk bisa memegang tanganmu..
jadi tolong jgn buat aku terjatuh..
aku mencoba menjadi lebih kuat saat aku mengingat semua ttgmu..
setiap waktu,setiap hari aku merasakannya
aku berfikir tidak akan bisa melihatmu lagi..
aku tahu aku tidak bisa kuat saat aku mencoba melupakanmu..
oh tidak, aku merindukanmu aku perlu kamu jadi tolong jgn buat aku merasakan seperti itu..
aku menyimpan kamu dihatiku..
aku rindu senyummu aku rindu wajahmu.
aku perlu kamu disini aku perlu harapanmu
disetiap malam disetiap hari seperti aku inginkan mu
aku rindu suaramu aku rindu tawamu
aku perlu kamu disini aku perlu harapanmu
disetiap malam disetiap hariku adalah kamu
kamu tahu?kamu adalah segalanyaa…

I Miss Someone – oleh RifQy Meidino Budiawaty
Bogor

Teruntuk Kekasihku – oleh Althaf Vadharo

Teruntuk tulang rusukku yang Ku rindu
Tulisan ku adalah tulisan isi hati
Ku kirimkan untukmu yang selalu bergejolak dalam diri
Lama tidak bertemu buat diri ini rindu setengah mati

Berharap jumpa dengan-mu wahai belahan dari diri
Menatap bulan ku rindu senyum indah-mu
Melihat bintang ku teringt canda dan tawa-mu
Sepi diri bukanlah sepi hati
Karna cinta-mu selalu sinari hati ini

Ketika ku pandang langit wajahmu terbayang tutupi bintang
Dengan hati penuh kesetiaan, kuharap engkau datang
Datang tuk temani hari-hari indah bersamamu
Lambaikan tangan harapkan hangat kasih-mu
Engkau yang di sana jagalah cinta suci kita

Karena tujuan sudah ada di depan mata
Ku berdo’a untukmu yang di sana
Dan kuharap balasan surat cinta akan kerinduan yang terpendam
Yang selalu merindukan mu
Tulang Rusuk yang tak sempurna

Teruntuk Kekasihku – oleh Althaf Vadharo
Jakarta
Puisi Kangen

Titip Rindu Buat AYAH – oleh Dewi Sri Hardini

Angin..
inginku sampaikan padamu…
sesuatu yang membuatku rindu…
rindu ingin disayang…
rindu ingin dimanja…
Angin…
kuberharap padamu…
bawalah sepucuk surat rinduku…
terbang jauh dari mataku…
Angin…
surat rindu kutujukan untuk ayahku…
agar ia tahu bahwa aku sangat merindu…
Angin…
adai aku bisa berbicara padamu…
inginku ucapkan langsung kata rindu itu…
tapi itu muntahil bagiku…
Angin…
kutitipkan surat ini padamu…
surat rindu untuk ayahku…

karya: Dewi Sri Hardini
untuk : ayah

Bayang Wajahmu – oleh Yunia Usma

di malam yang sunyi
kubuka jendela kamar
ku tatap langit yang penuh bintang

malam ini begitu sunyi
hanya terdengar suara hewan malam
semilir angun menusuk dalam tubuh
begitu dingin kurasa

ku pandang langit begitu dalam
di sana,,,
terlukis seraut wajah
wajah yang selalu kurindu
begitu nyata
ingin kugapai,,
tapi ku tak sanggup

kau,,
tersenyum padaku
membuat hati ini semakin rindu

karya: Yunia Usma

Kembalilah Dengan Segenap Senyummu – oleh Aulia Jihan Raa

Angin
Mampukah kau bertanya padanya ?
Mampukah kau sampaikan padanya ?

Burung
Maukah kau terbang untuknya ?
Maukah kau mengejarnya ?

Langit
Bolehkah aku bertanya padamu ?
Kau lihat dirinya sekarang ?
Sedang apa dirinya saat ini ?

Bintang
Mengapa hari ini kau tak bersinar ?
Telah bosankah kau mendengar ceritaku ?

Bulan
Hari ini kau tampak meredup
Ada apa denganmu ? Ada apa dengan sinarmu ?

Tuhan
Inikah akhir dari semuanya ?
Benarkah ini akhir dari semuanya ?

Sebelum mereka telah begini
Kau ada disampingku
Menggenggam erat jemariku
Memberikan semangat pada jiwa lemahku

Tapi kini dimana kau ?
Dimana kau yang selama ini ku nantikan ?

Kau seolah berdiam diri
Bersembunyi entah mengapa
Kau seolah ingin ku benci
Mulai ‘tuk Menjauh dan pergi

Sampai hatikah kau melapukkan hati ini ?
Bila iya, mengapa alasannya ?

Wahai kau yang ku cintai
Aku tak ingin jika aku memilikimu
Namun yang kuinginkan
Kembalilah dengan segenap senyummu

Puisi Oleh : Aulia Jihan Raa

https://www.facebook.com/kavin.luverz?ref=tn_tnmn