Category Archives: Puisi Kenangan

Pernah Terkucil – oleh Syafa Musyarrafah

Hati ini pernah terkucil
Beragam kesalahan menghantui
Menyiksa dengan rasa sesal
Memojokkan dalam kegelapan

Berbagai akibat dari kesalahan menghampiri
Nama tercoreng
Kepribadian tercemar
Harga diripun terturun
Bagai peringatan tuk menyadarkan
Biarlah..
Biarkanlah terjadi
Sebagai ganjaran akan kesalahan
Continue reading

About these ads

Kenangan Bersamamu – oleh Arof Hidayat

Aku selalu Ingat dengan janji kita…
Janji yang selalu kita jaga…
Dan kita perjuangkan bersama…
Aku selalu Ingat dengan harapan kita…
Harapan untuk selalu bersama…
Dalam suka ataupun duka… Continue reading

Kenangan – oleh Arcadia Noriansyah

Aku memiliki sayap
beribu ribu bulu menghiasi sayapku
begitu anggun saat kukepakan
sangatlah menawan saat aku terbang

Tujuanku mencapai nirwana
satu per satu bulu sayapku lepas
sakit ku rasakan
dari akar bulu – bulu itu
merintih kesakitan karenanya
Continue reading

Dirimu… – oleh Putri Nur Azizah

Semua berawal dari sini
Menyapa hujan penyejuk
Lewat celah sempit nan kecil
Dengan udara kotor dan pengap

Nirwana telah terbuka
Cakrawala telah melebar
Hujan telah reda
Namun aku masih mengitip
Continue reading

Kenangan – oleh Sandi Pamuda

Hari yang indah pun datang
Menantikan suatu keajaiban
Bersabar tuk menantinya
Hanya kenangan kokoh ini yang ada
Menemaniku dalam kehidupan ini
Tiada yang mampu teukir dalam relung
Tiada duka yang tercipta
Hanya untuk dirinya ku menunggu
Menunggu dalam kesepian tak berujung
Ini lah yang bisaku tulis kenangan-kenangan yang indah
Saat kita bersama menjalani cerita suka duka
Hanya keajaiban menanti kita
Tuk menjalani kisah-kisah kita bersama
Relung hati yang terukir kenangan yang indah
Tanpa tiada hari yang tersisa
Menantikan ulang kenangan itu
Yang ada dalam relung hati ini

Kenangan – oleh Sandi Pamuda
Baturagung, Gubug, Grobogan
facebook.com/sandipamuda

Kenanganku – oleh Nur Saputri

Berawal dari pertemuan awal sekolah
Dia tersenyum kepadaku
Ku balas senyumnya
Dia baik terhadapku, lembut dan dermawan
Dia memanggilku adek
Aku panggil dia abang
Dia kakak kelasku
Ramah dan tamah
Sopan dan segalanya
Aku menyukainya
Dengan sikapnya yang dewasa
Lambat laun aku akrab dengannya
Semakin dekat
Layaknya saudara
Aku sering curhat dengannya
Begitu juga dia
Dia . . .
Sosok baru untukku
Setelah sahabatku disana
Aku ingat saat dia panggil aku
“sayang”
Itu kenanganku dengannya
Bukan cerita cinta
Hanya kasih sayang
Aku dan sahabatku
Lalu mana kenanganmu?

Kenanganku – oleh Nur Saputri
(Putry Pandawa Karya : 28/10/2012)
Sekadau

Hati yang terluka – oleh Rani Pandini

Asa yang sirnah tak mampu lagi bertahan didalam pedihnya luka
Hati yang terus menangis melihat sosok dirimu yang kini telah bahagia bersama orang lain…
Air mata yang terus menerus menetes mengiringi kepedihan hati ..
Yg terluka karenamu ..
Hati yang dulu selalu bahagia bersamamu..
Kini hanya menjadi sebongkah kepedihan yang tak dapat merasakan apa-apa..
Kenangan yang selama ini yang selalu membuatku merindukanmu..
Sejenak hatiku berkata ..
Secepat ini ,, semudah ini ,, kau melupakan ku
Dan semua janji mu ..
Secepat ini sosokku ku telah tergantikan dengan orang lain dihatimu..
Kasih..
Tahukah kamu aku disini merindukan mu disisiku..
Air mataku terus mengalir jika melihat engkau bersamanya..
Apa salahku sehingga kau sekejam ini menyakitiku..
Kesetiaan, kejujuran, serta kasih sayangku yang tulus padamu
Kau balas dengan goresan dihati ini
Kini aku menyerah..
Ku relakan kau meski hatiku menangis

Hati yang terluka – oleh Rani Pandini
Jambi