Category Archives: Puisi Kenangan

Shubuh tak berpenghuni – oleh Suci Astafrina

Embun seakan menetes di antara keheningan..
Memberi kabar akan kisah yg ku lalui selanjutnya..
Semua tak akan terhenti.. terbagikan oleh sang waktu..
Dewa telah menentukan langkah ini..
Memberi sayatan yang tak pernah bisa hilang..
Membekas hingga akhir hayat..
Semua yang ku miliki seakan sirna..
Kenyataan nya juga seperti itu..
Kata-kata ku tlah hilang..
Percuma aku marah.. tak ada arti..
Percuma ku mengatur kata-kata indah..
Bila tak tersampaikan.. Continue reading

About these ads

Rindu Mantan – oleh Dwi Utami

Rasaku masih tertahan
jauh dalam renungan
untukmu yang terlewatkan
wahai sang mantan

sulit bisa kulupakan
kenangan indah yang terlewatkan
sepanjang jalan yang penuh kebahagiaan
hilang dikala perpisahan
Continue reading

OH MAMA – oleh Nikmatullah Kamsi

Tertatih-tatih berjalan untuk menggapai tujuan
Tempat peristirahatan, merasakan perubahan udara
Terbaring tak terhitung waktu
Begitulah keadaanmu saat ini
Ketika kupandang wajahmu wahai mamaku
Teriris duka yang mendalam dihatiku
Anakmu yang kini telah dewasa
Tak mampu membalas segala pengorbananmu Continue reading

Tiada Janji – oleh Ria Fajri

Tak terduga sekian waktudi sempatkan untuk bersua
Hari di nanti menjadi tertangkap
Aku terpana menyambut titik pancaran
Dua warna yang bergandingan
Putih kemilau di samping hitam
Gelora hati kian membara bak pasukan menang perang
Continue reading

Jejak Bisu – oleh Kembara Hati

Jauh sebelum gemuruh ombak menepis
Jejak lalu masih mengingati
Namun semua telah sirna seketika
Hingga satu persatu jejak itu mulai hilang
Dan yang tinggal itu hanyalah kenangan
Yang kian menyiksa bathin
Continue reading

Kenangan Terindah – oleh Rahmad Febriansyah

Sebuah nama,sebuah cerita
menjadi sebuah kenangan indah
yang tak mudah tuk dilupakan
di sepanjang hidupku
membuat diri ini
semakin rindu akan hadirmu
yang telah lama hilang meninggalkan aku
dalam indahnya sebuah kasih sayang
sebagai seorang kekasih Continue reading

Jejak Bisu – oleh Kembara Hati

Jauh sebelum gemuruh ombak menepis
Jejak lalu masih mengingati
Namun semua telah sirna seketika
Hingga satu persatu jejak itu mulai hilang
Dan yang tinggal itu hanyalah kenangan
Yang kian menyiksa bathin
Continue reading