Category Archives: Puisi Kenangan

Takkan Terlupakan – oleh Cici Julianti

Tawamu, senyummu, dan tingkahmu
Membuatku ingat akan masa lalu
Masa dimana saat kita bersama dulu
Kini aku rindu dengan semua itu

Saat rindu meracuniku
Jiwa ini begitu terbelenggu
Teringat saat bersamamu
Hari-hariku…
Continue reading

Imaji Menjelang Tidur – oleh Sahdan Kalahari

Denting lirih genta kecil di lubuk hati
Suarakan damai pada dinding nurani
Pelan melangkah mengatur waktu
Merenda mimpi pada dinding batu

Kuukir sayap – sayap kecil kenari
Di didinding batu, dikulit kayu, dipasir pantai
Dan karang lautan…
Sebagai tanda…
Betapa gembiranya jiwa ini, dapat terbang bersamamu
Continue reading

About these ads

Keluarga Kecilku – oleh Diah Ayu Caturina

Walau kau tak seberapa..
Tapi waktu bergulir indah bersamamu..
Menyatukan hati kita..
Memeluk erat tubuh ini..
Continue reading

Janjiku kepada kartini – oleh Sofia Sri Rahayu

Detik waktu serasa cepat berlalu….
Angin senja serasa menusuk hati ku..
Jingganya langit serasa mengingatkan ku…
Mengingatkan ku kepada wanita itu..

Senyumannya selalu ada hiasi wajahnya..
Pipi merahnya menambah kecantikannya..
Sikapnya menjadi contoh semua insan yang meningkatkan drajat perempuan ..
Continue reading

Kembali ku ingat – oleh Junia Lestari Putri

Kembali ku ingat masa itu saat kita masih bersama
Semua nya begitu cepat berlalu
Hingga aku belum siap menghapi hari baru
Secapt itu kah kau melupakan aku??
Apakah wajah ku terlalu cepat pudar??
Sehingga itu kau bisa melupakan dan berjalan dengan santai
Haaa entah kenapa dengan hati ku
Kapan aku bisa seperti mu
Aku juga ingin menghirup udar segar tanpa harus mengingat mu lagi
Aku ingin bisa kembali ramai seperti dulu saat masih bersama mu
Ku harap kau bisa membaca puisi ini

Ku rindu kamu syafrianto
Kembali ku ingat – oleh Junia Lestari Putri
Pariaman

Cerita Pagi Ini – oleh Abdul Razak

Cerah cetar membahana menusuk tulang yang kusam
seketika juga matahari ingin brcerita
kepada bumi yang selalu butuh dirinya
yang saat itu juga semuanya hilang bagai malam

Dilukisnya kala itu
sebuah cerita tersampaikan seperti fatamorgana
tertanam berat sebagai sebuah angan penuh opini
dan hingar bingar cerita kepedihan hanyalah sebuah ilusi yang merdu
Continue reading

Shubuh tak berpenghuni – oleh Suci Astafrina

Embun seakan menetes di antara keheningan..
Memberi kabar akan kisah yg ku lalui selanjutnya..
Semua tak akan terhenti.. terbagikan oleh sang waktu..
Dewa telah menentukan langkah ini..
Memberi sayatan yang tak pernah bisa hilang..
Membekas hingga akhir hayat..
Semua yang ku miliki seakan sirna..
Kenyataan nya juga seperti itu..
Kata-kata ku tlah hilang..
Percuma aku marah.. tak ada arti..
Percuma ku mengatur kata-kata indah..
Bila tak tersampaikan.. Continue reading