Category Archives: Puisi Kesepian

Kegagalan – oleh Rahimatus sania

Waktu terus berjalan
gumpala awan terus menipis
aku masih meniti untaian yang penuh kegagalan
harap-harap cemas aku sakit mengingat nya
berberapa ingatan melintas dan membuat ku semakin gila
ku menderita? Continue reading

About these ads

Hanya Hancur – oleh Rahimatus Sania

Ku tatap hampa lilin terakhir
Seandainya dia akan mati..
apa yang akan terjadi pada ku?
Akankah aku terluka?
tidak…
aku tidak akan terluka
karena aku hanya akan hancur
Continue reading

Kehilangan – oleh Edyna Putri Fortuna

Malam ini..
Tak seperti biasanya
Sepi, Sunyi, Suram
Ada hal yang berbeda
Ada hal yang hilang
Kini telah sirna sudah,
Senyuman telah pudar
Air mata telah menetes
Tak dapat lagi kurasakan,
Hal yang dulu pernah aku rasakan Continue reading

Tidak pernah melihat ku – oleh Rahimatus sania

Ku lihat waktu
ku semakin hancur
aku tak ingin berharap
tapi hidup memaksa ku kembali berharap
ku tahu aku akan jatuh
ku tahu aku akan terluka
tapi kenapa aku harus berharap? Continue reading

Ku sendiri – oleh Rahimatus Sania

Ku ketakutan dibalik bayangan
menatapi kebisingan lalu lalang kehidupan yang cepat
mereka masih berteriak pada ku
seolah aku mainan milik mereka
ku tatap masa lalu ku
mungkin disana lebih baik
aku tak bisa melangkah maju
karena aku takut dengan langkah tak pasti ini
Aku merinding dalam kegagalan impian
terus menangis di kekuatan malam
aku masih di acuhkan
aku dihancurkan
aku dilupakan..
Continue reading

Hidupku – oleh Rifki Wisnu

Kusambut pagi ini dengan ceria
Walau serasa hari ini tak kan pernah ada
Tapi kucoba mencari makna
Dari maksud ini semua
Mulai kutulis kehidupanku di atas kertas
Dan berfikir apa yang pantas
Pantas untuk dibanggakan
Dan pantas untuk diperjuangkan
Tinta yang keluar dari dalam pena
Seolah dia tahu apa yang kurasa
Rasanya ingin Kuubah semua
Lembaran hidup lama yang penuh luka
Tapi tak bisa
Ingin kucoba memperbaikinya
Tapi aku dipandang sebelah mata
Inilah aku
Orang yang bermimpi terlalu tinggi
Tapi tak punya ambisi
Orang yang berintelegensi
Tapi tak tau diri
Ingin rasanya ku bertanya
Untuk apa hidupku ini ?
Tapi, siapa yang peduli ?
Inilah hidupku yang sepi dan tak berarti

Hidupku – oleh Rifki Wisnu
Boyolali

Hitungan kesedihan – oleh Rahimatus Sania

ku ulurkan tangan kelangit luas
hampa terasa segala t’lah kandas
tidakah kau pernah berpikir aku pun ingin bahagia?
bersemi diantara ada dan tiada
bermimpi namun dihancurkan dengan beribu ilusi
Apa ini yang nama nya Mengejar impian?
Tidak…
karena aku hanya lari dari takdir..
lari dari kenyataan

Ku di sini menghitung seberapa banyak kenangan
Ku di sini menghitung seberapa banyak kasih tak sampai
Ku di sini menghitung seberapa banyak impian tak tercapai
Ku di sini…
menghitung seberapa banyak air mata terurai……..

Hitungan kesedihan – oleh Rahimatus Sania
Banjarmasin
FB: Sania Rosaceae