Category Archives: Puisi Kesepian

Kesepian – oleh Yinta Rahayu

Aku selalu sendiri
Meski sebenarnya kupunya dua orang tua
Kupunya dua orang kakak
Tapi mereka sibuk dengan urusannya
Tak satupun yang perduli denganku
Walaupun aku anak orang kaya
Kekayaan yang melimpah
tak ada gunanya untukku
Continue reading

About these ads

Sendiri Tanpamu – oleh Yadi Mulyadi

semua rindu ini seakan sia-sia
dan hanya menyisakan duka
meski bibir tak sanggup lagi bicara
biarlah hati yang mengungkap segalanya.

dingin menyapaku dalam gelapnya malam
tak ada tawa yang menghiburku
semua tlah berbeda
kini tinggal sepi tinggalkan lamunan yang kian mendalam.
Continue reading

Sempat Terasa – oleh Gilang Praja Ahmadan

Di dalam kesunyian nada piano..
Hanya itu temanku…
Menemani saat-saat sibukku…
Menutup mata, bisa kurasakan…

Gendang telinga yang menyambung nada…
Takkan pernah lepas…
Terasa ngilu, namun arogan hilang…
Indah… mengobati hati dan pikiran…
Continue reading

Mendayu di terik Matahari – oleh Agoes Darmawan

Lembayan hakikat bertabur dalam sepinya hari…
Belaian hangat sejuta mimpi tlah bertepi…
Membawa luka hati yg mula gundahkan diri…
Bak lentera padam di telan kebimbangan…
Terik matahari dan bisingan klakson…
sejenak hentikan lamunan.. Continue reading

Pesan dari Pojok Kamar – oleh Eko Putra A.F

Sebatang lilin
Nyalanya berkelap-kelip diterpa angin yang berembus pelan
Hampir padam
Sedang degup jantung yang berkejaran jauh di keremangan
Tak ada yang peduli
Dan orangorang yang datang dari luar
Meniupnya lebih keras lagi.ingin cepat padam
“biarlah sama sekali hitam”
Lalu mereka pergi entah dan dikuncinya pintu ruang
Dari luar
Continue reading

Rintihan hatiku – oleh Miya

Kadang hatiku meratapi
Kadang hatiku mengeluh
Kadang juga hatiku menangis
Yaallah
Aku malu dengan semua ini
Haruskah seperti ini hatiku
Padahal Aku adalah manusia yang sempurna yang mempunyai sebuah akal
Tapi kenapa Aku gak bisa menjaga semua ini
Hingga Aku menghancurkan diriku sendiri
Bodohnya Aku Continue reading

Kegagalan – oleh Rahimatus sania

Waktu terus berjalan
gumpala awan terus menipis
aku masih meniti untaian yang penuh kegagalan
harap-harap cemas aku sakit mengingat nya
berberapa ingatan melintas dan membuat ku semakin gila
ku menderita? Continue reading