Category Archives: Puisi Penantian

Disini adalah tempat berbagi serta Kumpulan Puisi Penantian terbaik yang dikirim oleh sahabat puisi Di Indonesia.

Tanpamu – oleh Theresia Melly

Bertahun sudah waktuku berlalu
kujejaki dalam kesendirian
menantimu dalam pengharapan
karna cinta kita
masih utuh kusimpan
sudah terlupakan olehku
gores wajahmu yang dulu
tapi sampai saat ini
masih terasa kehangatan dekapanmu
erat genggaman tanganmu
sayangku…. Continue reading

Penantianku – oleh Nicma Faneri

Aku di sini terus menunggumu
Sampai nanti ku tak kan mampu lagi
Aku di sini selalu mencintaimu
Dengan siapa aku
Cinta ini satu utuh milikmu

Sayangku katakan sesuatu
Agar ku leburkan keraguan itu
Sayangku bicaralah walau sepatah kata
Agar ku yakini kita untuk selamannya
Continue reading

Lelah Hati – oleh Lutfi Risnanda

lelah hati kian berduri
keringat membasahi disetiap usaha
kaki nan kecil berlari
berirama dengan lelah hati

jalan makin panjang membentang
dirimu kian menjauh melalui setiap kenangan
keringat semakin menetes
tapi aku tetap ingin melihat si manis
Continue reading

Pujian seorang bangsawan – oleh Igor Gadira

Seperti bunga bakung diantara duri-duri
Demikianlah manisku diantara gadis-gadis

Seperti pohon apel diantara pohon-pohon dihutan
Demikianlah kekasihku diantara teruna-teruna

Dibawah naungannya aku ingin duduk
Buahnya manis bagi langit-langitku
Continue reading

Kutitip Salam di Lembayung Senja – oleh Irfan S.P.

Kutitip salam di lembayung senja.
Lewat dedaunan kutiupkan kesana.
Penyambung rasa, di pinggiran kota.

Biar wajah berpaling dusta,
lembayung senja begitu apa adanya.
Walau bayangnya tak tampak pula,
lewat bisikan udara kau kan merasa.
Continue reading

Ketuk Hatiku – oleh Rinjani

sampai saat ini, kegundahan ini masih kusimpan
masih juga hal perkuliahan yang ku prioritaskan
masih juga kau tak mengetuk hatiku
masih juga kau terdiam dan membiarkan ku bungkam
bungkam menatap masa depan
memikirkan tentang pilihan yang tak imbang
sampai sekarang kau tak mengetukku Continue reading

Aku Menyerah Sampai Disini – oleh Hasri Humaera

Tersadar dari lamunan panjangku yang tiada arti
lamunan panjang yang hanya habiskan waktuku
dan kini mungkin saatnya harus kusadari semua
tentang tingkahku yang konyol untuk berharap kan bersamanya
menunggu kabar yang tiada kepastian…
Aku memang pernah mencoba tuk slalu bersabar
sabar terima kenyataan kisah cinta yang ku alami
namun kini aku sudah cukup mengerti tentang smunya
tentang crita cinta yang kau punya
ternya aku tak pernah ada di dalamnya Continue reading