Category Archives: Puisi Penyesalan

Maklumat sang Hitam – oleh Eni Kaeni

Lihat langit lepas
Atau debur ombak yang kian terhempas
Mimpi itu kian nyata, hijau akan segera menyala
Bahkan berubah kekuningan di malam harinya
Jangan berteriak,
Kalau hanya menambah gema yang beranjak
Atau semak kian membludak Continue reading

About these ads

Lara Hati – oleh Yadi Mulyadi

kini ku hanya bisa memandangi fotomu
yang sengaja kugantung di dinding kamarku
kamu yang dulu slalu beri warna di hidupku
kamu yang pernah lukiskan cerita indah di hidupku.

semua ini tentang aku dan kamu
tentang kenangan aku dan kamu
tentang lembaran yang pernah kita buat dulu
lembaran yang kini jadi masa lalu.
Continue reading

Kau dan Dirinya – oleh Diyah Anggraini

Kesatuan hatiku telah luka
Sejenak akal sehatku goyah
Nafasku tersengal sengal menahan
kepedihan

Harapanku padamu untuk menghapus lukaku hanyalah impian
Kau hadir disisiku memberikan cerita hampa
Aku mene
rima bersama senyumku yang terluka sampai saat ini aku bertahan untukmu
Continue reading

Cermin Penghibur – oleh Fahrizal Ahmad

Ketika mentari menyembunyikan sinarnya
Dan gelap datang di pertuankan oleh bulan
Dan ku mulai merenung depan cermin kehidupan
Dengan sinis ku menatap mata ini

Ku tak bisa menyembunyikan wajahku
Dengan sejuta penyesalan aku menatap diriku
Dan cermin pun seakan menangis
Seakan dia tau tentang raut wajah ini
Tentang hati yang terluka
Tentang cinta ku sia-sia kan
Continue reading

Puisi Hari dan Renungan Mati – oleh Sahdan

Ketika pagi tak lagi indah
Disitu kita untai kalimat dakwah
Sembari melangkah
Dan meludah di atas tubuh yang resah

Ketika senja tak lagi jingga
Disitu kita tertawa
Mengejek jiwa dan manusia
Sembari mengisap ganja
Continue reading

Inikah Hidup – oleh Sahdan Kalahari

Busukkah jiwa ini
Hingga tanganmu sendiri enggan menyentuhnya
Hinakah raga ini,
Hingga kau campakkan di kubangan lumpur kehidupan
Dosakah hati ini
Hingga malam pun enggan menyapaku
Inikah yang namanya kenyataan
Hingga nafas beraroma arak pun enggan menyapaku
Continue reading

Aku Ingin Kesana – oleh Aulia Jihan Raa

Kuluruskan niat lama yang pernah pergi
Dalam hati, selalu aku berdoa
Agar Tuhan mendengar jeritan sunyiku
Agar Tuhan mengerti betapa perihku

Ku gores lagi tinta hitamku
Aku terseret dalam rinai hujan yang menderas
Tangisku tersapu rintiknya hujan
Aku hanya mampu menangis dan menangis
Continue reading