Category Archives: Puisi Penyesalan

Juna (Penyesalan) – oleh Mus Irwandi

Juna,
Seandainya lebih dulu aku ketahui
Tentang cinta yang kau miliki,
Pasti aku takkan kehilang dirimu
Yang selama ini ku rindukan.

Juna,
Seandainya masa bias ku ulang,
Tentu semuanya akan berbeda.
Karna dirimu memang yang terindah
Di sepanjang jalan hidup ku ini.
Continue reading

About these ads

Cinta ilusi – oleh Nanda Nasukha

Ku coba meyakinkan diri
Ku coba mengumpulkan keberanian
Ku kumpulkan kata-kata tulus
Ku kumpulkan isi hati dan setiap tetesan hasrat

Tapi setelah ku menatap kedepan
Tapi setelah ku membaca semua cerita
Akhirnya ku tersadar bahwa itu semua hanya opini
Akhirnya ku terbangun dari mimpi
Continue reading

Bukan Begini – oleh Syafa Musyarrafah

Tak pernah ada niat memberontak
Tak juga keinginan merusak
Janji itu slalu kugenggam
Tentang dirimu yang pasti kan membaik untukku
Ku coba menunggu waktunya datang
Kumaklumi segala sikapmu
Kudiamkan berbagai salahmu
Namun, Continue reading

Maafkanlah – oleh Syafa Musyarrafah

Tak pernah ada niat memberontak
Tak juga keinginan merusak
Janji itu selalu ku genggam
Tentang dirimu yang pasti kan membaik untukku
Kucoba menunggu waktu itu datang
Kudiamkan segala sikapmu
Kumaklumi kesalahanmu
Namun, Continue reading

Tawa Apa Selaku Bahagia? – oleh Irfan S.P.

untuk seorang teman,

Tawa …
Selalu bawa bahagia,ujar banyak orang.
Pelipur hati yang gundah,
bawa kabut kesedihan dalam hati.

Tawa ….
bawa petaka ujarku.
usir bahagia dari muka,
buat asap kelabu yang tutup raga.

Mengapa???
Mungkin tak tepat waktunya,
atau tawa hanya untuk ku saja
yang tak buat orang tertawa.

Entah … Aku pun tak tahu.
Yang kutahu kini
Sesal datang setelah tawa,
dan bibirku selalu basah
karena berucap maaf padanya.

Puisi ini karya : Irfan S.P.
Bandung

Mungkin – oleh Andi Sep Kurniawan

Ketika Malam ini menyelimuti diriku
Aku belajar memahami sesuatu yang indah
Sesuatu yang mungkin belum pernah hadir
Dan sesuatu yang mungkin ingin ku hadirkan

Mungkin malam ini hanya ditemani
Sebuah lilin yang belum pernah ku alami
Ketika malam ini menjadi harapan bagiku
Mengapa malam ini juga menyelimuti keinginanku
Aku sadar, bahwa keinginan tak bisa hanya dibayangkan
Dan mungkin aku tahu bahwa
Keinginan bisa ada karena ada kemauan

Sungguh, belajar memahami keadaan itu sulit, itu sempit
Tanpa ada usaha dan kemauan
Mungkin, keadaan sebenarnya juga
Belum pasti ada yang tahu
Hanya sebuah harapan yang menjadi sebuah kebenaran
Dan itu Mungkin, belum dekat dengan fikiran kita

Mungkin – oleh Andi Sep Kurniawan
Banyuwangi

Rasa yang takkan pernah lepas – oleh Rahmi Nur Amalia

Aku rindu saat berada ada didekatmu
Aku rindu dekapan hangatmu
Aku rindu senyum manismu saat bersamaku
Aku rindu hal2 indah bersamamu

Ini semua salahku
Aku yg membiarkanmu pergi
Pergi dari hidupku karna dia
Dia yg sekarang ada di sisiku
Namun tak bisa Ku bohongi perasaanku

Aku tak bisa berjalan tanpamu
Walau 3 bulan ini telah Ku coba itu
Aku tak bisa berlari tanpa kehadiranmu
Bayang2mu tak pernah lepas dari mataku

Aku menyesal telah membuatmu menangis
Aku menyesal telah membuatmu sakit
Aku menyesali semua kesalahanku
Aku tak bisa hidup tanpa mu

Dan sekarang aku tau kau takkan bisa menerima Ku lagi
Walau harus Ku tunggu
Akan Ku tunggu secercah cahaya kasih darimu
Walau Ku tau aku akan menunggu lama ~

Rasa yang takkan pernah lepas – oleh Rahmi Nur Amalia
Jakarta