Category Archives: Puisi perjuangan

Pejuang Bahasa Lama – oleh Fairuz

Wahai baris-baris pejuang
Dimana menapak jejak kalian
Kini dijajah bahasa dijuang
Dibiar terkulai rebah berhujan

Wahai baris-baris pejuang
Bangkitlah nyatakan tentangan
Seberang samudra kau bisa terbang
Mengapa tanah sendiri ditinggalkan
Continue reading

Tekad – oleh Rosari Angeline

Dalam belaian terangnya sinar rembulan..
Dan dinginnya angin malam..
Bawaku dalam sebuah lamunan..
Detik bergulir memutar kenangan
segala sesal dalam hati..
Selimuti pikiranku
Aku kejam
Egois
Dan Jahat terhadap bangsaku..
Diantara isak tangisku pada dinding hati yang sunyi..
Angin berbisik pada hati kecil.. Continue reading

Kan Menjadi Miliku – oleh Rifa Annisa

Semenjak ku tahu
Arti dari hidup
Tak kenal lelah ku songsong mentari
Ku berharap kan temukan cahaya
Yang kan temaniku di jalan kelam ini
Meski ku takut dan lelah
Tak pernah berhenti sepasang kaki ini tuk melangkah
Menyelusuri setiap celah kehidupan Continue reading

Perjuangan tanpa letih – oleh Marsani Shadra Ibnu HIbban

Kau telusuri
kehidupan ini
kau mengabdi
demi negri ini
Negri Indonesia

Kau berjuang
Menerjang badai
Menerjang kekalahan
Menghadapi para penjajang
Kau tak letih
Untuk Negri ini
Negri Indonesia
Continue reading

Perjuangan dalam Kebersamaan – oleh Martha Bula Ninda

seperti angin yang berhembus
perjalanan hidup cepat berlalu
seakan-akan ada kehidupan yang kosong
kengen akan masa itu
masa bersama mereka
masa tertawa bersama mereka
tidak ada yang tersembunyi dari kisah mereka
ku ingin tenggelam di dalam kehidupan mereka
air yang menghadang datang kita kalahkan bersama
air yang menghadang Continue reading

Akuilah Diriku – oleh Selma Mayla Sunni

Dikala hujan mengalir deras
Dikala juga serpihan-serpihan tetsan kristal pun meluncur begitu saja
Bagaikan Sang Matahari yang telah pupus harapannya
Tetapi tak seperti diriku ini
Meskipun engkau tak menerimaku
Tetapi diriku selalu menerima dirimu dalam keadaan apapun

Semangatmu yang dahulu tak akan begitu saja aku pupuskan
Tetapi mengapa dirimu pupus akan diriku
Mengapa, mengapa, mengapa dan mengapa ?
Continue reading

Kami Satu – oleh Neelam Zamia

indahnya senyuman
mengiringi perjalanan
sebuah rakyat mencari jawaban
berkata lah kawan

jiwa yang terpendam!
menghapus dendam yang terkenang!
berkoloni mereka, kompeni!
meraih untung tak butuh juang!
Continue reading