Category Archives: Puisi Pesan

Biar Waktu Beri Jawaban – oleh Irfan S.P.

Menggurat kata dalam waktu.
Bukan untuk dipandang atau dipampang.
Hanya dibuat pelajaran,
jadi perbaikan dalam perjalanan.

Bukan hanya asal melangkah,
matang perbuatan yang diincar.
Kala dikunci bibir dalam berkata,
pendarkan prasangka pada sesama.
Continue reading

About these ads

Wajah keangkuhan – oleh Irtsi Kamilah

Kau berdiri penuh kepercayaan
Mengaggap diri tiada nista
Bibir menari diatas kesakitan..
Merasa puas dan slalu memuji pribadi..
Dulu aku memang bukan siapa-siapa
hanya seorang yang berlalu dari masa kelamnya
Namun setidaknya kini aku tlah mencoba Continue reading

Bayangan – oleh Citra Lesmana Ady Wibowo

Dunia tak selamanya terang
Terang akan cahaya yang diidamkan
Namun satu yang sering terlupakan
Bahwa dibalik cahaya pasti ada bayangan
Mungkin kita selalu berusaha mencari yang terbaik
Demi sebuah arti kebahagian
Namun jangan sampai kita lupa
Selalu ada bayangan di balik cahaya Continue reading

Tentang Negeri Ini – oleh Nandica Ajeng Pramesty

Negeri ini semakin tak karuan rupanya
Semakin kedepan semakin kacau berantakan
Kita tengok sebentar mengenai pejabat besar
Masih banyak tikus-tikus nakal ibukota
Yang menggerogoti uang negara
Pejabat besar berfoya,rakyat kecil menderita
Continue reading

Jati Diri – oleh Nandica Ajeng Pramesty

Sekarang di zaman global
Menjadi era persinggahan kanak menjadi dewasa..
Semakin tak karuan semua berubah..
Santun kini tenggelam begitu saja..
Sama dengan tutur sopan yang perlahan sirna
Etika kian tersingkir menepi..
Begitu pun tingkah laku berganti
Continue reading

Sajak Kelam – oleh Mohammad Harits Rendika

Kini deras air hitam mendera.
basahi kering dunia di jiwamu..
teruslah mencari kegelapan tuk berteduh
walau hanya seuntai benang layu untukmu
genggamlah dalam hatimu..
dekaplah dalam sunyimu..

badai hitam, angin malam kan lelapkanmu.
sebelum sampai kau ucapkan..
berteriaklah untuk namamu
walau suara kesunyian kan terus merayumu..
hingga nanti kau akan terjatuh

jika nanti, hujan masih saja menderamu..
terimalah kesunyian, terimalah kehampaan
teruslah berjalan pada sisi hitammu
lalu jatuhkan air matamu untuk penciptamu..

Sajak Kelam – oleh Mohammad Harits Rendika
Kota Malang

Jumpa dan Pisah – oleh Irfan S.P.

Jumpa …
Saat indah, yang bisa bawa jiwa
ke dimensi lain tak bernama

Raga terombang-ambing dalam dunia
akal mulai hilang,
hilang terbawa arus tak nyata
yang timbul karena indahnya jumpa.

Cinta …
Ada, karena jumpa menyapa dalam hati.
Tak kan lagi dirasa perih dunia,
karena masuk sudah raga ke dunia
yang orang menyebutnya Cinta.

Pisah …
kala masalah sudah tak terbilang jumlah
Cinta rubah jadi pisah.
Tak lagi bawa indah, hanya pedih yang dibawa kini

Bukan …
Bukan hanya kau yang tersakiti,
aku pun sama.

Bekas ingatan di dunia cinta
terus terbawa ke alam dunia.
Bawa sesal tak terobati,
yang selimuti diri tanpa satupun mengetahui

Jumpa dan Pisah – oleh Irfan S.P.
Bandung