Category Archives: Puisi Rindu

Pondok Mama – oleh Muhammad Badrun

Suaramu yang parau seperti rintihan doa-doa pemegang pedang setelah peperangan
tertaklukkan. Tuhan adalah hikayat yang
diceritakan hujan melalui rintik-rintik dari gerimis petang lalu, meskipun kini terang mayapada. Telinga rasul sebagai utusan tergelinding denting suaramu. Namun Tuhan hanya sebuah kekosongan di rahim-rahim
mengembun, yang tinggal abu tersapu sore sebelum gerimis. Di sekian ribu pekan, bahkan bulan, mata itu menitikkan air sunyi yang pecah dalam rindu ternafikan. Sumpah serapah
menjadi persaksian bisu malaikat mencatatkan tanpa isyarat, untuk mengakar benak menaruh patahan parau dianggap mati dalam hikayat Continue reading

About these ads

Kekasihku – oleh Angela B.P

Jika rindu itu datang menjelajah sukmaku,
Tekankan aku kepusat bayangmu,
Agar aku senantiasa tentram dalam khayalan
Kekasihku
Jika duka itu menjelma mengekang jiwaku,
Bawalah aku ke angkasa sunyi,
Agar aku bisa lelap dalam ketiadaan,
Kekasihku Continue reading

Sebuah Penantian – oleh Gandha Arum Syafira

sang mentari tlah digantikan oleh sang rembulan
tapi,mengapa sang bunga hatiku belum juga datang??
diri ini duduk di bawah sang dewi malam…
menanti angin malam kan datang membawa sebutir berita
tapi…mengapa itu belum juga datang??
Ya Tuhan….
Dengarkanlah bisikan hatiku
Dengarkanlah rintihan hatiku
ku harap…
Engkau dengar akan semua isakanku
Continue reading

Merindukanmu – oleh Nicma Faneri

Sekian lama aku menantimu
Sekian lama aku merindukan kamu
Di setiap detik waktu aku setia menantikanmu
Menanti hadirmu..

Kini engkau hadir..
Laksana kerdil ku memanggil
Seakan mimpi bagiku
Kembali Melihat senyum manismu
Continue reading

Dalam Keadaan Rindu – oleh Rizky Afrianda

kepada hatimu yg selalu ingin ku sentuh
aku menyimpan rindu..
yg tak pernah jemu…
dan akan kujaga kau seutuhnya
tanpa berniat mengeluh

dari kedalaman matamu
aku bisa saja tenggelam
sebab aku lupa cara berenang
tetapi..
Continue reading

Rindu untuk teteh – oleh Mimn Tarminih

sehari, dua hari, seminggu, dua minggu,,, waktu terus berlalu,,,
namun sampai detik ini ,,
aku belum juga mampu bertemu dengan teteh,,,

aku sangat merindukan teteh,,
rindu hari-hari bersama teteh dulu,,
hari yang terlalu indah pada masanya,, namun sangat pedih untuk ku kenang kini,,,
Continue reading

Telaga Rindu – oleh Awi

Lembayung dikala senja
Rona menggurat membenam surya
Masih adakah senyumu yang tersisa
Tersirat diantara kilau jingganya mega
Continue reading