Category Archives: Puisi Rindu

Rinduku Sejauh Bulan – oleh Nita

Malam telah datang..
bintang telah bersinar..
bulan pun tersenyum dengan air matanya..
kunang2 hanya menari-nari..
mereka tau ku menangis.
.menangis,dalam istana kenangan..
dan ku merindukan kau..
engkau yang selalu tersenyum..
engkau yang selalu membuat kenangan..
kenangan pun kini telah sirna..
sirna,setelah engkau tiada..
dan engkau tinggalkan ku dalam kerinduan..
RIndu..
Rinduku sejauh bulan..
dan tak mungkin tergapai.. ;)

Rinduku Sejauh Bulan – oleh Nita
Purwokerto

About these ads

Menjelang 1 tahun

Smpai lupa gimana rasanya..
Di perhatiin..
Ditelpon lagi apa?
Udah belajar belom?

Lupa dielus elus kepala..
Lupa cara bercerita..
Mungkin udah lama ya memendan sebukit cerita..
Begitulah perjalanan ku..
Continue reading

Mutiara Tasbih – oleh Miftachul Jannah

Seperti biasa, rindu ini selalu bergelayut
Meronta-ronta mengacau penghuni jiwa
Hingga batin terkoyak
Dengan amukan rindu yang semakin menjadi

Peluh yang sebesar biji jagung
Hingga harus menetes keluar dari dalam tubuh
Mengeluarkan luapan api rindu
Yang selama ini menjadi problema
Continue reading

Pupu – oleh Irtsi Kamilah

Lagi dan lagi
Rasa bersalah itu kian mengusikku
tentang rasa cidera
saat kau bersamaku..
Pupu..
Ah nama itu begitu lekat dalam jiwa fikirku..
Aku sangat menyayanginya
sebagai salah satu nafas kecil titipan-Nya
Aku rindu ..
Continue reading

Selembar Harapan – oleh Melisa

Setipis udara yang menaungiku
Setipis harapan yang tak mungkin lagi terwujud
Dikala sepi yang berjanji tak akan beranjak
Menantimu yang tlah pergi mengingatkanku pada dirimu dimasa lalu
Telah tiada….
Aku tahu kau pun telah menghilangkan segala hatimu untukku
Betapa aku terseok menghadapi kenyataan
Ratapan sedih yang ingin kukatakan
Mungkin tak akan bisa kau dengar
Continue reading

Angin Sunyi – oleh Suniah

Dibalik ketegaran mu ada kerapuhan
dibalik ketegasan mu ada kelembutan
dibalik kemarahan mu ada kasih sayang
ibu.. Aku rindu
angin sunyi yang mendekam mu terasa dingin Continue reading

Derita Penantian – oleh Miftachul Jannah

Bangku reyot yang telah lapuk
Semak belukar bergelayut riang
Menjalar diseluruh pekarangan tubuhku
Hingga tiada yang ingin menyapaku

Rintihan suara tangis yang telah lama membisu
Seakan sembuh luka yang telah tergores
Tapi lagi kau ukirkan duri di dalam hatiku
Sakit, semuanya sakit

Continue reading