Category Archives: Puisi Rindu

Kemana kau surya – oleh Nurkholis Mahmud

Surya menampakkan sinarnya
Tiada pagi tanpa kemunculan sang surya
Tiada pagi tanpa kehangatan sang surya
Tiada pagi tanpa terangnya sinar surya

Namun pagi ini…
Aku menanti mu disini
Kemunculanmu sangat ku nanti
Kehangatanmu sangat ku nanti
Continue reading

Aku Merindukanmu Kasih – oleh Diyah Anggraini

Sekilas bayangan senyummu dibenakku
Rasanya belum cukup bagiku jika aku tak mendengar suaramu
Entah kemana dirimu sekarang kasih
Kau bawa cintaku bersama bayangmu

Dikala senja biru terbiasa kau ucapkan kata cinta untukku
Dengan bahasa yang lembut kau sapa aku
Bersama senyummu hatiku merasa damai
Sayang saat ini kau berada dimana aku merindukanmu
Continue reading

About these ads

Sekilas Setelah Itu Pergi – oleh Sahdan Kalahari

Patutkah di nanti
Bila purnama kesebelas telah lalu
Kita masih berharap
Padahal waktu tak mungkin terulang

Kini…..
Menjelang purnama kedua belas
bayangmu belum jua hadir
Sedang suara lirih di jiwa ini
Beradu memainkan harmoni kesunyian
Yang menyayat hati
Continue reading

Rindu Pekukan Bunda – oleh Diyah Anggraini

Bunda bunda bunda kusebut beribu kali
Aku berharap engkaupun hadir dan aku menantikan engkau
Aku rebahkan ragaku tanpa berhenti aku memangilmu
Lalu kerinduanku tidaklah dapat aku bendung
Tetesan air dari kelopak mata pun jatuh menetes

Harapanku tetaplah sama
Biarlah bunda hadir dalam tidurku
Maka akan aku katakan padamu bunda aku merindukan pelukanmu
Aku ingin baring dipangkuanmu bunda
Continue reading

Jodohku – oleh Saera

Rindu yang menggebu
Ingin segera bertemu denganmu
Ntah siapa jodohku
Mendekatlah padaku

Kini kurasakan sepi dalam hati
Setiap hari kunantikan indah wajahnu
Tapi mengapa sampai saat ini
Kau belum hadir dalam hidupku
Continue reading

Merindu – oleh Rana Alfiyyah

bayang wajahmu masih terlihat
suara tawamu masih terdengar
namun,apakah kamu masih mengingat ku disini ?

apa masih ada aku dihatimu?
apa masih terlintas di fikiranmu tentang diriku?
aku sadar aku bukanlah siapa siapa untuk mu
tapi apakah aku tak dapat berdua denganmu
walau hanya sekejap saja
Continue reading

Secangkir Kopi – oleh Uswatun Hasanah

Secangkir kopi di pagi itu
Kau tuang bersama susu dan cream
Tanpa gula yang berlebih
Teduh matamu menatap secangkir kopi itu
Lalu kau perhatikan tiap bulir kopi yang terlihat di pinggir cangkirnya
Mulai kau berangan “bagaimana jika kalian adalah dosaku?”
Continue reading