Category Archives: Puisi Persahabatan

Sahabatku – oleh Nikmatullah Kamsi

Bencana datang silih berganti
Menerpa meggoncang negeri ini
Memporak-porandakan tiang-tiang kehidupan
Tangis keharuan merasuk jiwa
Terdengar sampai kepenjuru dunia
Ruang kecil tempat persinggahan sementara
Tak bisa dihitung waktunya
Ironisnya makanan tak layak untuk mengisi perut
Sementara anak-anak kecil menangis telungkup di lantai
Dengan pandangan hampa kaupandang tempat tinggalmu Continue reading

About these ads

Ucapan terakhir untuk Sahabat – oleh Tundo

Saat ini aku masih sakit,sakit karna ditinggalkan olehmu
Saat ini aku masih luka,luka karna melihat cara berpergimu
Tetesan air mataku tak cukup untuk menghapus kenangan kita
Banyak hal yang indah kulalui itu karenamu, sahabat
Aku bukan air yang semudah itu menggelamkan kenangan
Aku tak ingin jadi makanan yang dimakan kemudian dilupakan
Aku insan tuhan yang banyak kekurangan
Aku insan tuhan yang sakit ketika kehilangan orang yang kucinta
Sahabat, kenapa kau pergi secepat ini…… Continue reading

Persahabatan ini – oleh Ratu Kasih Aisyah

Kamu adalah temanku
Teman yang sangat setia
Kamu selalu peduli padaku
Selalu menolongku di saat susah
Sekarang juga
Aku ingin menjadikanmu sahabat
Karena perhatianmu yang sangat setia
Aku ingin bisa menjadi sepertimu
Hari demi hari berlalu
Kita telah menjadi sahabat
Kini aku akan setia padamu
Demi Persahabatan ini berlanjut

—————————————————————–
Persahabatan Palsu

Persahabatan bukan permainan
Seorang sahabat jangan di permainkan
Kamu berjanji akan setia kepada kami
Kamu berjanji akan bersikap baik pada kami
Dulu kita bermain-main
Dulu kita bersama-sama
Tapi sekarang apa artinya
Kamu telah meninggalkan kami
Mengapa kamu berkhianat
Dulu kita saling menolong
Kini kita saling bermusuhan
Dan melupakan persahabatan
Wahai sahabat lamaku
Aku telah meminta maaf padamu
Aku telah melupakan permusuhan lalu
Tetapi kamu tidak memaafkanku

—————————————————————–

Persahabatan teman lama

Kini aku tak punya sahabat
Kini aku kesepian
Kini aku telah sadar
Aku telah meninggalkan sahabat setia
Kan ku temui sahabat lamaku
Kan ku bangun persahabatan kita
Aku yakin kamu mau memaafkan
Semoga persahabatan kita abadi

Karya: Ratu Kasih Aisyah
Sidoarjo – wonoayu – candinegoro

Sahabat – oleh Fauzan Ainun Hasri

sahabat selalu hadir di saat
ku membutuhkannya
selalu ada ketika
suka maupun duka

sahabat selalu tersenyum
walupun sakit
selalu menghiburku walupun aku
tidak bersedih

sahabat bukan hanya ada untuk
menghibur kita
tapi kita juga ada untuk
menghiburnya

sahabat lebih halus
di bandingkan embun yang
meleleh
lebih indah dari pada tujuh warna pelangi

sahabat tak akan sirna
di makan ruang dan waktu
tak akan hilang seperti debu
tak akan rapuh seperti ranting
melainkan sekuat bajah
dan selalu abadi…

puisi ini karya : fauzan ainun hasri
Makassar

Menemukanmu – oleh Cynthia Ajeng Wulandari

Merangkak, melewati lorong kefanaan duniawi
Gelap pekat tak ada sekerlap sinar putih
Mengayunkan kaki menerjang panas bumi
Melawan terpaan angin mengeroposkan sendi-sendi

Tersentak lalu terpaku
Memandang sorot mata bening menentramkan kalbu
Menghembuskan nafas menghidupkan jiwa yang beku
Dan menemukanmu adalah anugerah tuhan bagiku

Bersamamu,
Dunia seolah berhenti berputar
Seakan melihat matahari yang tetap ada pada singgasananya
Menatap langit, melukiskan asa diatas awan
Mewarnai hari-hari indah tanpa setetes air mata

Sahabat,
Kau rubah segalanya
Menuntun melewati kerasnya dunia
Menemukan keajaiban yang tak pernah terkira adanya
Membuat bibir-bibir kering tersenyum manisnya

Sobat,
Kau bagai setiap tangga dalam permainan ular tangga
Kaulah parkir bebas dalam monopoli
Kau juga emergensi saat lampu-lampu memadamkan cahanya
Dan kau adalah surga kecil dunia yang nyata
Semoga kita tetap bersama sampai nyawa kembali padanya.

Menemukanmu – oleh Cynthia Ajeng Wulandari
Semarang

Sahabatku – oleh Laksita Gati Widadi

sahabatku…
kaulah yang selalu ada di saat aku suka maupun duka…
kaulah yang selalu menghiburku di saat aku dalam kegelisaan…

sahabatku…
dari dulu aku sangat ingin mempunyai sahabat sepertimu…
tiada lagi yang bisa menghiburku selain dirimu sahabatku…
kaulah yang bisa mengerti aku dari dulu…

sahabatku…
andai kata kita selalu bersama, layaknya sepasang sepatu…
aku pasti tidak akan mau kehilangan dirimu walaupun sepatu itu sudah tak layak pakai…

sahabatku…
karena itulah aku tidak mau kehilangan dirimu walaupun aku harus mendapatkan sahabat baru…
kau tetap tak tergantikan…
walaupun kau di tukar dengan sahabat baru…

sahabatku…
andai kau tau betapa aku sangat sayang padamu…
dan betapa aku sedih bila kehilanganmu…
aku berjanji, aku tak akan menggantimu dengan sahabat baruku…
karena belum tentu sahabat baru baik dan setia sepertimu…

Bandung, jawa barat
Sahabatku – oleh Laksita Gati Widadi

Dalam Renungan – oleh Farah Diba Aulia

Dalam diam…
Air mengalir dari sudut mata.,
Menyapa sombong nafas hati..
Dalam kegelapan malam..

Gemercik air..
Tak bisa menenangkan jiwa..
Matahari telah kembali ke peraduannya ..
Tak bisa menyinari kegelapan..
Dan mengisi kekosongan hati..

Menangis pilu,,
Di tengah kehangatan malam..
Merindukan bintang menyapa kalbu..
Dan sinar bulan datang di keabadian..

Aku berlari..
Menyusuri setiap lorong hidup tak bertepi..
Mencari sesuatu yang berarti
Gelap, senyap..
Darah mengalir cepat,
di detak nadi yang akan terhenti..

Aku takut..
Ingin ku terbang pergi..
Namun sayapku telah patah..
Tergores luka dalam berapi
Aku lelah, aku menyerah..

Ingin ku miliki kawan sejati
Yang mengajakku terus bermimpi..
Mengisi kekosongan hidup ini..
Membuat sayapku utuh lagi..

Ingin ku miliki sahabat setia..
Selalu menepis air mata..
Menghapus duka..
Menitikan senyuman..
Memberikan harapan..
Menyusuri bersama dunia masa depan..

Bersama pelangi dan mentari..
Ku kepakkan sayap ini..
Untuk terus bermimpi..
Dan menggapai hidup berarti..

Dalam Renungan – oleh Farah Diba Aulia
Pemalang, Jawa Tengah