Category Archives: Puisi Sedih dan Galau

Pengharapanku – oleh Yanti Gigir

Betapa nyaring ku dengarkan kekalahanku
Tergantung indah sebuah harapan di hati
Dilenyapkan angan dan impian akan masa depan

Hari ini ku katakan sanggup,
Namun membawaku ke ambang kehancuran
Kilauan pesonamu dalam Fikiran ini
Menyilaukan mata akan yang lain
Tekat yang kuat membangkitkan semangatku
Menarik benang harap dalam keajaiban
Itulah penantianku
Continue reading

About these ads

Seharusnya aku – oleh Fuzzy Boys

seharusnya aq tak pernah tuk mencintaimu…
hingga aku merasa terluka oleh rasa ini….
tak seindah yang aku bayangkan…
tk semanis mimpi di tidur malamku….

aq tak berharap banyak….
tak pernah aq memintamu agar kau membakas smua rasa ini….
tapi ijinkan sedikit saja aq mnjadi sesuatu dalam hatimu…..
tak perlu banyak tak perlu berlu berlimpah……
Continue reading

Malam Kesedihan – oleh Wilda Aulia Octaviani

Sunyinya malam
Gelapnya malam
Dinginnya malam
Seperti yangku rasakan mala mini
Sendiriku diam
Menatap indahnya langit malam
Ku hayati, ku curahkan seluruhnya Continue reading

Kesedihan Hati – oleh Awii

ketika rembulan termenung
digenangi air hujan yang turun
derasnya membasuh wajah yang pilu
bersama tetes air mata ku

satu cahaya pergi menghilang redup
direnangi rasa gundah pengikis hati
diracuni rasa sepi yang merasuk hari
dalam gelap sendiri tak berarti
Continue reading

Cinta – oleh Zulaiha

Terkadang cinta tak sejalan dengan logika
dan terkadang pula tak seperti apa yang kita inginkan
dia datang tanpa di undang
dia datang masuk kehati
dengan begitu saja ..

Tanpa harus meminta izin
tanpa harus meminta maaf
karna cinta itu tak dapat di mengerti
kenapa ? Dan haruskah kita jatuh cinta

cinta itu indah
cinta itu memarik
Walau hanya ada air mata
tapi cinta kan menghapusnya
dengan kebahagiaan

Cinta – oleh Zulaiha
Makassar

Mengurungkan Rindu – oleh Sky Shucaya

Bila harus rindu kemana ku urungkan rindu ini
Bila harus cinta pada siapa aku mengadu.
Sebab terpasung pecahan gelombang di dasar samudramu.
Ku lempar malam sunyi ke segala arah.
Sehingga angin lebam terkapar di daratan tandus.

Kenapa air mataku meleleh tak pasti
Melihat keberangkatan sosok diri
Yang dahulu mengayunkan langkah
Di bawah mentari di atas pijakan para pemenang
Continue reading

Air Mata – oleh Khoiriyatul Hidayah

Cinta
Derai air mata telah menghapus asa
Menghadirkan luka baru yang menganga
Di sana, bersamanya
Aku memendam cerita lama
Cerita yang mengguncang jiwa

Kala dia mengajakku terbang
Berdua, hanya berdua memetik bintang
Kudekap erat cintanya
Namun,
Siapa yang pernah menduga?
Dia melepaskanku hingga aku tersungkur
Ia telah menciptakan kesedihan mendalam
Continue reading