Category Archives: Puisi Sedih dan Galau

Kau Curi, Lalu Kau Sakiti – oleh Dewi Wahidatul Faiza

Entah dengan kalam apa
Harus kulukiskan indahnya senyummu
Yang kian lama kian memikatku
Kau curi hatiku,
Dengan sejuta pesonamu
Tapi kian lama kusadar
Saat kau pergi
Menggandeng tangan lain
Bukan denganku.
Saat itu pula ku tahu
Kau hanya ingin sakiti Continue reading

About these ads

Luka – oleh Khoiriyatul Hidayah

Langit berteriak ganas
Awan-awan menangis
Angis tak mau berhenti berhembus

Mentari bersembunyi takut
Permata indah itu termangu menatap langit
Mencari penawar hati yang sakit
Continue reading

Mimpi dan Anganku – oleh Tita Nita

Aku..
Pernah mencintai kamu
Kamu..
Selalu membuat luka hatiku
Kita..
Saling menyusun rangkaian cerita
Anganku..
Terkadang menginginkan segala rasa
Dan Mimpiku..
Seakan kuraih dan kugapai bersama
Continue reading

Malam menyelimuti pedih – oleh Ita Lutfiana

Decak angin mendayu dalam lembutnya
Risau dalam hati mengaung perih
Aku tak berdaya atas malam yang berselimut pedih
Dimana harus ada gugusan air mata membasahi perih
Dimana harus ada kenangan mengiris dan membelih
Pisau itu sangatlah tajam Continue reading

Kepergianmu – oleh Ageung

Bersamamu saat itu
bahagia telah hadir diantara kita
semua tentangmu adalah nafas yg ku punya
setiap hariku seolah kau jadikan rindu
kini hanya tinggal nama
kini hanya ada kenangan
kini hanya ada ingatan
kau telah beranjak pergi
pergi takan kembali
kutau ini suratan
kutau ini saatny air mataku menetes
karena kepergian mu,,,
semoga surga tempat kau tersenyum
dan aku didunia tersenyum karena ku tau surga itu memilikimu

Kepergianmu – oleh Ageung
Bogor

Akhir cerita cinta – oleh Jumadi awal

Dulu kau begitu indah
Dulu kau segalanya
Kini… Kau Tiada..
Kini.. Kau Bersamanya..

Mungkin Aku Harus Relakan Mu
Yang Tak Mungkin Berpihak Kepadaku
Akan Aku Terima semua
Karena Ku Tau cinta Memang Tak
Bisa dipaksakan
Continue reading

Sirnanya Cinta Ini – oleh Aulia Jihan Raa

Hampa ku rasa di keramaian
Redup ku rasa di hari cerah
Nestapa menghampiriku
Air mata membasuh hidupku

Tak ada waktu untukku berharap
Ketika asa pergi dan ku sendiri
Lenyapkan cinta yang kian menapak
Luruhkan pedih yang tertanam
Continue reading