Category Archives: Puisi Sedih dan Galau

Minggu Jangan Datang – oleh Fahdina Ilal Haqqi

Kemana kakiku harusnya melangkah?
Baru berdiri saja kau ulang keburukan itu
Dan kau mintaku kembali seperti dulu
Dalam kelamku kau tenggelamkanku semakin jauh
Dalam cahayaku kau tetap saja harapkan aku tuk padam

Tuhan..
Kupertahankan pelita cahayaku yang hampir jatuh
Karena ku ingat kan kedua pundakku
Tapi dia padamkan hingga ku tak tahu lagi arah pulang

Continue reading

About these ads

Sayonara Cinta – oleh Dewi Wahidatul Faiza

ibarat embun pagi..
yang selalu memberikan kesejukan
dan energi disetiap titik kehidupan
seperti halnya engkau..
engkaulah embun itu!
kau juga yang selalu memberiku sebuah energi terbesar
yang selalu membangkitkan semangatku
di lautan putih abu-abu. Continue reading

Di Waktu Pagi – oleh Abd Azis Ana

DI WAKTU PAGI
Di waktu pagi
Kita telah berdiri
Di dekat halte mati
Sambil merokok dan ngopi

Sementara pagi
Terus mencakar dan pergi
Lalu di biarkan tergeletak di pagar besi
Continue reading

Mantan – oleh Michael Bram Febrian

Kau hanya kenangan terbuai
Walau hampa ku rasa saat ini
Pedih melihat diri ini
Namamu tak kan ukir di hatiku
Kulupakan semua bersamamu

Ku tak peduli lagi denganmu
Kisah yang kita ukir kita telah sirna
Keindahanmu tak terlihat lagi
Kau jalan bersama orang lain
Hanya senyum yang kuberi
Continue reading

Si bahagia yang tak nyata – oleh Taufiq Ridho

Sepi adalah temanku..
Pekat malam yang menggelapkan hati
dinginnya yg membekukan jiwa
aku di patungkan suasana

para jangkrik mulai memainkan perannya
bersuara di keheningan malam
seakan suara mereka menertawakan hidupku
hidupku yang sudah tak bermakna
Continue reading

Mutiara Tangisku – oleh Faid

Dari kejauhan sini ku lihat bukit itu tetap terdiam kaku , lama aku memandangnya sampai mata ini benar” menjadi buta ,hingga aku tak tau lagi jalan menuju pulang pada kedamaian tanpa penantian , saatnya ku katakan tawakkal setelah usaha ini ku anggap cukup …

Waktu yang tak lagi banyak kumiliki mebuatku seakan menyerah, sedang keinginan mereka seperti membunuhku ..
Continue reading

Senyum Kekasihku – oleh Wahyu Kusuma Wardani

ketika ku lihat dia
tergambar segaris senyum
senyum yg membuat hatiku luka

entah mengapa setiap ku lihat senyumnya
senyum itu seakan mengikat kuat dadaku
merebut setiap nafasku
dan menghentikan aliran darahku
Continue reading