Category Archives: puisi untuk ayah

Bagai embun pagi – oleh Putri Sifa Pauziah

bagai embun pagi..
engkau lah awal dari kebahagiaan ku
engkau lah pendorong indah nya hidup ku
ayah..
ketika nafas mu terhenti
ribuan rasa bersalah menghampiri
semua jasa yang kau beri
membuat rasa lara hati
ayah.. Continue reading

About these ads

Ratapan anak yatim piatu – oleh Rama Ma’ay

Ayah. . . .
Dalam kelengangan ku
Terasa gulita mencekam
Aku sangat tergamang

Ibu. . . .
Dalam senyapnya malam
Aku teringat akan dikau
Yang dulu selalu disisi
Continue reading

Ayah – oleh Panji Abu Bakar

Ayah,! disini, kini aku berdiri, aku yakin kau melihat ku
Kata yang pernah kau ucapkan terus membekas dalam hati ku
Kau pernah berkata
”ayah tidak pernah bisa berikan kamu apa-apa., yang ayah bisa berikan hanya yang ayah bisa”.,

Ayah kau tidak pernah meminta ketika aku mendapatkan uang, padahal kau kesulitan.,

Kau berusaha tegar dalam himpitan agar aku tidak ikut larut dalam kenyataan pahit yang memang tidak bisa di bohongi.
Continue reading

Titip rindu buat Ayah – oleh Wafa’ul Ahdiyah

Ayah..
Karena mu aku tersenyum
karena mu aku tertawa
karena mu aku menangis bahagia
ayah..
Ma’afkan segala kesalahan ku
sungguh aku menyayagimu
aku merindukan mu
ayah.. Continue reading

Ayah – oleh M Nagib

Ayah… saat kecilku belaianmu melelapkan tidurku dan menjaga mimpiku… candaanmu menggantikan tawa dalam tangisanku. kau selalu memberikan kekuatan dalam setiap langkah yang harus ku pilih, melalui tiap doa-doamu dan nasehat hangat lisanmu.
Continue reading

Ayah – oleh Tria Septiana

Ayah..
aku Merasa Hampa Tanpa Kehadiran Mu Disisi aku,
Hari-hari aku Penuh Dengan Keputusasaan,
aku Terasa Lemah Tak Berdaya

Ayah,.
Jika Kau Masih Ad Disini,
Kau Yg Selalu Menghiburku,
Menyemangati aku, Menasehati Dengan Penuh Kasih Sayang,
Bahkan aku Slalu Membantahimu,Mendiamkanmu,
Tapi Kau Tak Menyerah Untuk Mengingatkan aku Dan Selalu Menyayangi aku,
Continue reading

Tersenyumlah Wahai Ayah – oleh Fatmawati Latif

Ayah

Air mata menitik kala mengingatmu.
Mengingat masa-masa indahmu bersama ibu. kala kalian tertawa, senyumku pun tersembul…
Saat kalian bahagia, hatiku terasa hidup.
Namun mengapa semua terbang tak tentu.
Kenangan-kenangan pahit telah menggores masa kecilku.
Memporak-porandakan mahligai indah yang terbina bertahun-tahun.
Continue reading