Category Archives: Kata Sedih

Getir senyuman – oleh Irtsi Kamilah

Aku tlah disini
tiba di suatu tempat yang menepi
aku tlah disini
berdiri diantara kegetiran hati
Aku sendiri..
mencoba melawan kegelisahan jiwa
aku sendiri..
mencoba tersenyum meski hati getir
sedetik terasa seminggu
Ternyata hati menyadarkan..
akan luka masa lalu
Yang masih membekas..
menorehkan pilu
Begitu sakit luka kepalsuan
Yang kau umbar dibelakang telingaku..
Aku membisu..
Menahan senyum kemunafikan jiwaku..

Getir senyuman – oleh Irtsi Kamilah
Jakarta

About these ads

Ukhty – oleh Muhammad Khorjul Fattah (Izul)

Gejolak hati menari selaras mata mendustai
Lirih kata berderai rasa yang kian menghantui
Senyummu tak sejati..
Pelukmu bagaikan mimpi..
Ya ukhty,
Lantun indah suaramu
Lembut sejuk sapaanmu
Berdengung tajam ditelingaku..
Ya ukhty,
Tiada terasa durimu menghujam nadiku
Kian meraba pahitnya harapanku
Tiada daya apa dikata
Lantang tak riang sedih merintih
Hati tak dapat Luka pun mengikat..

Muhammad Khorjul Fattah (Izul)
Brebes
facebook.com/Izul.fattah141094

Dua hal – oleh Arleisha Aurelia

Singkat cerita saja
ada lara memuncak
langkah demi langkah
runtut semua dihabisi
disini dimakan sunyi
menghantar raga yang menyulit
rasa yang terlilit
menjadi satu bagian utuh
redup
hilanglah semua kurva ku
tenggelam
hanyutlah semua harapanku
kini tinggal dua hal
sungguh hanya dua
tak banyak
tak sedikit
tetaplah kunci bibir mu
dan DIAM lah terus
terjunkanlah air indahmu
dan MENANGISLAH dengan Indah

Dua hal – oleh Arleisha Aurelia
Depok

Pentingkah aku – oleh Edi Violla

Menangis di atas keterasingan..
Duduk di tengah lingkar hinaan..
Tergulung kepedihan..
Berhiaskan kesedihan..

Hati sempat bertanya kapan aku mati..
Adakah air mata jika aku mati..
Siapa mau menahan jika aku ingin pergi..

Mungkinkah namaku terpahat dibatu nisan..
Dengan bunga sebagai hiasan..
Penuh air mata kesedihan..
Dan tingkahku menjadi kenangan..

Cermin tak mau menampakan diriku..
Bayanganku hilang di bawah lampu..
Wajahku mulai layu..
Anjing anjingku pergi karna malu..

Pentingkah aku – oleh Edi Violla
Bogor

Cinta abadi – oleh Julia Asmaranthy

jauh seblum aku bersama kekasihku
aku terlebih dulu mengenalmu
mengenalmu dari hati
menyukaimu dengan sejuta perasaan kagum

sosok dirimu yang indah bak cahaya yang menerangi kegelapan
dirimu yang penuh kasih sayang padaku
dirimu yang mencintaiku dengan tulus
membuatku luluh pada cintamu

sejuta kata cinta dalam hatiku
tak dapat ku jelaskan dengan ucapan
hanya hati yang bisa mengerti apa yang ada dalam hatiku

ku mencintaimu sepenuh hati
tapi maaf cintamu dan cintaku takkan pernah bersatu
mungkin suatu saat nanti kta bsa bersama di tempat yang indah setelah aku menyusulmu

Cinta abadi – oleh Julia Asmaranthy
Majenang

Batu Hitam – oleh Mega Ayu Widya Putri

Sinar mentari yang membeku
Di balik kabut tipis yang pekat
Sang ilalang menri dengan gerak yang kaku
Suara sendu alam
Bagai sebuah simfony hitam
Yang mengalun merangkai melodi

Tenang…
Penuh akan kedamaian
Menyegarkan seluruh raga ini
Mengalir dalam aliran darah ini
Dari ujung rambut hingga ujung kaki

Ku lihat sebuah batu hitam
Terdiam disudut taman
Ku pandang dan kuamati tiap hari
Panas dan hujan menerpanya
Lumut hijau menyelimutinya
Tetap tegar ia menerima

Mungkin memeang itulah takdirnya
Hanya terdiam tanpa bahasa
Hingga suatu hari nanti, ia tahu
Ia kan hancur menjadi butiran pasir
Akibat kekejaman waktu

Batu Hitam – oleh Mega Ayu Widya Putri
Jombang

Hidupku Dalam sangkar – oleh Ni Ketut Ayu Anggreni

Hidupku Dalam Sangkar
Membuatku taj pernah bahagia,
aku merasakan sakit
dari tertekanan hidup…
Dalam ruang lingkup yang gelap,
kebebasan tak lagi ku dapat,,
tertekanan batin,
selalu aku rasakan…
Kesedihan selalu menimpaku
aku ingin seseorang tahu,
akan apa yang ku rasakan ini..

Namun apa daya…
Semua tak akan berarti,
karena tak ada satu pun seorang yang bisa mengerti
akan semua ini..

Ya Tuhan..
Kapan semua ini akan berakhir, karena aku tak bisa lagi terlalu lama dalam sangkar kehidupan yang kelam ini…

Hidupku Dalam sangkar – oleh Ni Ketut Ayu Anggreni
Mataram, Lombok Barat