Category Archives: Kata Sedih

Harus bagaimana? – oleh Riyan Wulan Tari

beri waktu aku untuk mengeluh
sedikit waktu untuk membela diriku
tak banyak dan tak kurang hanya waktu
aku meminta untuk bertanya padamu
harus bagaimana lagi aku?
harus sekuat apa aku menghadapimu?
harus seperti apa aku untukmu?
Continue reading

Kepedihan – oleh Bukhori Muslim

Suara isak tangis menyengat kegelapan malam malam
Menangis histeris merebus kepedihan
Mata terpejam seraya menyelinap hangatnya air mata
Meleleh serta berpijar
Menites pada hitamnya kegelapan

Ini semua di sebabbkan oleh ikatan cinta
Cinta yang sudah lama bersemayam dalam hati
Kini berubah sakit penuh kedurjaan
Gusar perasaan
Terbelenngu dalam pelung hati yang terdalam
Continue reading

About these ads

Sesulit inikah aku melupakanmu – oleh Zulfa Santika

Aku ingin melupakan…
Lupa tentang kamu di hatiku
Karena kamulah yang sudah,
Membuatku sedih dan terluka
Aku sudah tidak mampu membendung air mata ini

Aku juga tak punya tempat!!
Untuk mengadu cerita ini
Andaikan kau tak lagi ada
Tak hadir dan muncul tiba tiba di depanku
Itu lebih mudah aku melupakanmu
Continue reading

Bimbang – oleh Fira Ardhia

Tuhaan..
Mungkin ini sebuah titipan manis mu…
Kau hadirkan dirinyaaa..
Kau berikan diaa tuhan..

Tuhann..
Namu satu yang ingin ku sampaikaan..
Apaakah ini cintaa yang wajar tuhan?
Jika ku jatuh cinta, ada kah yang kusakiti:’)
Continue reading

Malaikatku – oleh Aulia Jihan Raa

Tinta hitam menyapu hidup
Sendu menatap cakrawala

Jika bahagia tersapu ombak derita
Ketika tangis mrnjelma dalam diam
Waktu pun bahkan bergulir maju
Menatap sayap-sayap yang akan patah
Ditelan waktu dan kodrat
Continue reading

Puisi Kesedihan – oleh Rafriadi Ahmad

“Mungkin Ini Yang Namanya hidup.
Dimana aku dikaruniakan perasaan.
Perasaan yang tak habis kurasakan.
Dikala Ku Menyendiri Tanpa Adanya Teman.

Kesedihan Melumpuhkan semangat yang ada.
Takdir yang seharusnya tuk bahagia.
menjadi hukuman perjalanan ku bernafas.
apakah kuakan terus bersedih dengan sendiri.
Continue reading

Bara Api – oleh Nurul Andiyah

hay kau. iya kau..
tidak kah kau tahu seberapa besar rasa ini
bak lautan api hati ini memanas
memanggang dinginnya hati yg sekian lama telah mebeku

mungkin kau…
bukan, bukan kau
tapi perasaan yg kau muntahkan dihadapanku
telah menorehkan sejuta asa
Continue reading