Pentingkah aku – oleh Edi Violla

Menangis di atas keterasingan.. Duduk di tengah lingkar hinaan.. Tergulung kepedihan.. Berhiaskan kesedihan.. Hati sempat bertanya kapan aku mati.. Adakah air mata jika aku mati.. Siapa mau menahan jika aku ingin pergi.. Mungkinkah namaku terpahat dibatu nisan.. Dengan bunga sebagai hiasan.. Penuh air mata kesedihan.. Dan tingkahku menjadi kenangan.. Cermin tak mau menampakan diriku.. Bayanganku…

About these ads

Cinta abadi – oleh Julia Asmaranthy

jauh seblum aku bersama kekasihku aku terlebih dulu mengenalmu mengenalmu dari hati menyukaimu dengan sejuta perasaan kagum sosok dirimu yang indah bak cahaya yang menerangi kegelapan dirimu yang penuh kasih sayang padaku dirimu yang mencintaiku dengan tulus membuatku luluh pada cintamu sejuta kata cinta dalam hatiku tak dapat ku jelaskan dengan ucapan hanya hati yang…

Batu Hitam – oleh Mega Ayu Widya Putri

Sinar mentari yang membeku Di balik kabut tipis yang pekat Sang ilalang menri dengan gerak yang kaku Suara sendu alam Bagai sebuah simfony hitam Yang mengalun merangkai melodi Tenang… Penuh akan kedamaian Menyegarkan seluruh raga ini Mengalir dalam aliran darah ini Dari ujung rambut hingga ujung kaki Ku lihat sebuah batu hitam Terdiam disudut taman…

Hidupku Dalam sangkar – oleh Ni Ketut Ayu Anggreni

Hidupku Dalam Sangkar Membuatku taj pernah bahagia, aku merasakan sakit dari tertekanan hidup… Dalam ruang lingkup yang gelap, kebebasan tak lagi ku dapat,, tertekanan batin, selalu aku rasakan… Kesedihan selalu menimpaku aku ingin seseorang tahu, akan apa yang ku rasakan ini.. Namun apa daya… Semua tak akan berarti, karena tak ada satu pun seorang yang…

Pembodohan Cinta – oleh Khafidzin Ahmad

aku tlah bersua dengan beberapa perempuan…..membiarkannya masuk kemudian menggerogoti hati tentang apakah cinta?? jika manis bermetamorphosis menjadi racun…terang menjadi murung dan bahagia menjadi gila seperti apakah cinta?? datang berjubah layaknya malaikat dan pergi seperti drakula yg masih berbelepotan darah rasa percayaku terhadap cinta telah terkubur bersama puing puing hatiku jadi…saat kalian menemukanku masih bisa tertawa…

Cemburu – oleh Bambang sulaksono

Guratan takdir, dan asa yang masih tak bisa kubopong Lewati riaknya air penantian abadi, gemericiknya menghempaskan nafas-nafas menangis Tak semestinya berperasa, jika noda itu membuatku semakin risih Tak semestinya gramofon, berputar seiring dengan keklasikan perasaan Memandang takjub, ulu hati menyaksikan mereka sedang berpuisi Rimanya terlihat jelas, mereka saling menghambur-hamburkan kasih Teramat sulit untuk tidak berkaca…

Keabadianmu – oleh Ida Bagus Gede Putra

Derai mata ini Hanya berlinang sampai disini Saat kau pergi untuk selamanya Sebab aku percaya Kau tidak menginginkan ini Karena langkahku masih terang Kelak disetiap sinar bintang Salah satunya adalah kau Yang menerangi jiwaku.. Tenanglah dalam keabadian Langkahmu akan lapang membelah angkasa Disana peri akan menyambutmu dengan tarian Pergilah dalam balutan kembang Rinduku tersemat dalam…