Category Archives: Kata Sedih

Air Mata Cinta – oleh Nurul Istiqomah

Mungkin Hanya Tuhan Dan Aku Yang Tau Rasa Ini …
Kehilangan Dan Menyesal
Karna Kau Yang Hanya Memandang Sebelah Mata..
Rasa Cinta Yang Terbuang Sia-Sia..
Hanya Meneteskan Air Mata Yang Tak Berguna..
Kusadar Kubukan Orang Yang Pertama Dihatimu.. Continue reading

About these ads

Perempuan Bermata Belati – oleh Eko Putra Anugerah Firmansyah

Perempuan bermata belati itu
Menajamkan ujungnya dengan jarijarinya yang lancip
Sesekali ditunjukkannya ke langit
Yang mulai kelabu oleh dengus nafasnya
Lalu burungburung berhamburan menyangkanya hendak hujan
Dan sunyi
Kemudian lebih awal datang
Continue reading

Kesedihan dibalik Tawa – oleh Noor Ismujianingsih

Kadang ku tak pernah tau
Kapan kesedihan datang padaku
Kadang ku tak pernah tau
Kapan kebahagiaan menghampiriku
Realita hidup yang menggema
Membuat hatiku tak karuan
Hari demi hari…….
Air mata ini kuteteskan Continue reading

Curahan hati kepada Tuhan – oleh Imam Aris Sugianto

Hatiku terasa tergoncang
Aku harus menyibak tabir kehidupan
Bertahan dalam segala cobaan
Bersabar dalam segala ujian

Sejatinya diriku tak kuasa dalam segala rintangan
Aku menjadi rapuh
Hilang arah tanpa tujuan
Mengarungi hidup yang penuh dengan arah melintang
Continue reading

Dunia Bagiku – oleh Irfan S.P.

Merayap dalam pikiran.
Sempit sudah arti dunia dalam diri.
Hanya berpadan aku …
Dengan bayangan.

Selalu terjadi kini,
terkucil dalam ruang
dipisah dari keramaian.
Continue reading

Getir senyuman – oleh Irtsi Kamilah

Aku tlah disini
tiba di suatu tempat yang menepi
aku tlah disini
berdiri diantara kegetiran hati
Aku sendiri..
mencoba melawan kegelisahan jiwa
aku sendiri..
mencoba tersenyum meski hati getir
sedetik terasa seminggu
Ternyata hati menyadarkan..
akan luka masa lalu
Yang masih membekas..
menorehkan pilu
Begitu sakit luka kepalsuan
Yang kau umbar dibelakang telingaku..
Aku membisu..
Menahan senyum kemunafikan jiwaku..

Getir senyuman – oleh Irtsi Kamilah
Jakarta

Ukhty – oleh Muhammad Khorjul Fattah (Izul)

Gejolak hati menari selaras mata mendustai
Lirih kata berderai rasa yang kian menghantui
Senyummu tak sejati..
Pelukmu bagaikan mimpi..
Ya ukhty,
Lantun indah suaramu
Lembut sejuk sapaanmu
Berdengung tajam ditelingaku..
Ya ukhty,
Tiada terasa durimu menghujam nadiku
Kian meraba pahitnya harapanku
Tiada daya apa dikata
Lantang tak riang sedih merintih
Hati tak dapat Luka pun mengikat..

Muhammad Khorjul Fattah (Izul)
Brebes
facebook.com/Izul.fattah141094