Category Archives: Puisi Syukur

Hujan Tiba – oleh Satria Wibawa

Tak kala malam tiba
Hujan turun dengan derasnya
Sampah di jalanan disapunya
Hingga bersih tak tersisa

Petir menyambar-nyambar
Membuat kaca jadi bergetar
Setiap suara hampir tak terdengar
Suasana alam pun menjadi samar
Continue reading

About these ads

Puisi : Hujan oleh – oleh Nandica

Rintik hujan lembut .
Menebarkan aroma khas tanah yang mendamaikan hati..
Meredakan amarah sesaat sebelumnya.
Menyejukkan pikiran.
Damai nan tentram.
Hujan sore itu sungguh istimewa.
Menjadi hujan pertama di musim hujan.
Tak ku biarkan terlewat begitu saja.
Menjadi hujan terindah yang pernah kurasakan.
Duduk dibalik jendela bersama selembar kertas dan tinta.
Turut serta dalam setiap moment hujan.
Mengarang sederet aksara penuh makna.
Continue reading

Petir,Hujan dan Kilat – oleh Anisa Syifa F

Wahai petir andaikan aku tahu makna dari setiap gelegarmu
Wahai hujan andaikan aku faham makna dari setiap bulir tetes air mu
Wahai kilat andaikan aku mengerti makna dari setiap kilatan cahayamu
Mengapa kalian bertiga tak berucap?
Mengapa kalian bertiga tak bicara?
Mengapa kalian bertiga tak berkata?
Wahai diam,ku mohon pergilah dari sisi kehidupan petir,hujan dan kilat..
Aku mohon,agar aku dapat mengertikan mereka,mengertikan keinginan mereka,kemauna mereka,dan harapan mereka..
ya tuhan apakah engkau memang tak mentakdirkan ,mereka untuk bicara?berkata?berucap?
entah lah hingga kini aku belum dapat jawaban pastinya…

Wahai angin,hujan,kilat terima kasih atas segalanya
Walau kalian diam,,tak apa aku akan berusaha mengerti dari setiap sisi kehidupan kalian.

Petir,Hujan dan Kilat – oleh Anisa Syifa F
Ngawi-Jawa Timur

Mereka – oleh Irtsi Kamilah

Terik matahari membakar senyumnya..
Titik-titik hujan menghanyutkan jeritannya..
Tertunduk malu kumelihat diri
yang tak pernah merasa puas hati
Akan kasih sayang Sang Ilahi..
Aku mungkin memang tlah kehilangan kedua nyawaku..
Namun Dia masih senantiasa mendampingi jiwaku..
Tuhan.. mungkin memang benar aku tak tau diri..
Slalu merasa kecewa dan tak puas hati..
Kini ku tersadar akan kehadiranMu..
Disaat kedua pandangku tertuju pada ‘mereka’..
Manusia yang tak sempurna
yang hidup menderita karna penguasa..
Yang berdiri tegak menginjak asa juga tawa ‘mereka’..
Bukankah mereka juga makhluk-Nya ?
Yang juga pantas tuk bersahaja..
Kini kusadar akan berartinya suatu kepedulian..
Tuhan..
Mungkin aku memang hina,
namun izinkan aku tuk bisa mengukir senyum di bibir ‘mereka’..
Mereka yang terpuruk diantara makhluk-Nya..
Mereka yang kehilangan pelangi harapan karena penguasa..
Namun ‘mereka’ yang masih berhati baja..
Yang mengetuk hatiku tuk mengingat karuniaMu..
Tuhanku..

Mereka – oleh Irtsi Kamilah
Jakarta

Tuhan Ampuni Aku – oleh Adi Syah

Engkaulah tempat berserah diri…
Dalam suka ataupun sedih hati…
Tak kan bisa aku bersembunyi…
Karena Kau Maha mengetahui…

… Sungguh aku teramat malu
… Atas semua kehidupan ku
… Kesalahan dosa di masa lalu
… Terlalu banyak seperti abu

Jagat raya dunia alam semesta…
Segala karya ciptaan sempurna…
Dengan nafas yang masih tersisa…
Ampunan Mu terus selalu kupinta…

at Januari 2014
Tuhan Ampuni Aku – oleh Adi Syah

Saat Malam – oleh Gede Putra

Bukan maksud hati
Berpaling darimu
Ketika malam mulai berujar

Tetapi ada yang lebih anggun
Diatas sana memanggilku
Dengan tatapan indah penuh warna

Tutuplah matamu,
Raihlah mimpimu
Dengan sejuta peri di angksa

Kamu akan tahu alunan hidup yang
Sesungguhnya

Nikmat-Nya, Sinar-Nya, semua…

Dan esok pagi akan menyambutmu
Dengan senyuman.

Selamat malam gadisku,
Terima kasih atas semerbak bunga mawar
Yang kau sebarkan dipangkuanku

Saat Malam – oleh Gede Putra

https://www.facebook.com/connerro.rockavanka

Keagungan yang Tak Akan Tergantikan – oleh Agatha Edelweis

Awan..
Bagaikan gumpalan putih yg menggantung bebas di cakrawala.
Bagaikan dandelion yg melukis indah permadani biru.
Bagaikan kapas putih terbang yg ditiup oleh sang pencipta.
Mengajarkan banyak arti kehidupan..
Menyimpan segenggam rahasia tersembunyi..
Menjadi saksi bisu roda kehidupan manusia..
Menemani setiap insan dalam kesepian dan kesendirian.
Di kala senja merayu.
Mentari mengukir di belintang selat.
Menggoreskan semburat jingga pada gumpalan-gumpalan putih.
Menggambarkan suatu keagungan Tuhan.
Keagungan yg tak akan tergantikan.

Keagungan yang Tak Akan Tergantikan – oleh Agatha Edelweis
https:/facebook.com/agathaedelweis