Category Archives: Puisi Syukur

Karya Sang pencipta – oleh Valeria Gifridus

Ku tatap keluar jendela
menatap cakrawala
merasakan sejuknya angin yang berhembus
dan kilaunya langit jingga
Memikirkan setiap detik yang terus berlalu
Melukiskan kisah hidup entah yang manis maupun pahit
Setiap helai napasmembisik kata-kata indah di telingaku
Ku berjalan menyusuri pelangi
Menanti datang fajar bersma kicauan sang penyanyi alam yang merdu
Lambaian nyiur mulai merayu setiap pemain drama di bawah langit yang berjalan melintasi jalan yang penuh suka dan duka Continue reading

Indonesiaku Kini – oleh Agus Joko Prasetyo

Indonesiaku
Negeri ini negeri beribu pulau
Katanya indah nan memukau
Sayangnya masih banyak yang tak terpantau
Banyak penjuru yang masih kacau
Karena rakyatnya masih galau

Indonesiaku
Negeri ini dikenal negeri agraris
Subur pertaniannya katanya tak akan habis
Tapi kini semua melihat miris
Lahan sawahnya mulai menipis
Tergerus jejeran gedung yang tingginya berlapis-lapis

Continue reading

Perangai Jiwa – oleh Uswatun Hasanah

Selalu ada celah di setiap jiwa yang terhimpit
Ketika ruang menyempit terpikirkan olehku bahwa ini hanya sesaat saja
Bahkan seperti nafas yang hanya tertinggal satu helaan saja
Masih tetap ada keajaiban dari Tuhan yang senantiasa ada
Lemahku bukan membuatku tak berarti
Lemahku bukan membuatku tak mampu melakukan apapun
Lemahku hanya ingin menunjukkan betapa kuatnya aku
Betapa hebatnya aku mampu bertahan saat berada di bawah tanpa pertolongan
Betapa bersyukurnya aku masih memiliki kesempatan mengenal kelemahanku
Continue reading

Berarak Hujan – oleh Uswah Hasna

Hujan mengajarkan akan ketenangan dan pengharapan
Saat ia mulai membasahkan bumi dengan airnya
Ia bergerak menyapa agar kau tak perlu lagi dirundung kekeringan
Mulailah bersemi kembali kuncup maupun tunas-tunas kecil
Agar kau memberi warna warni saat mata mulai menyapu sekitar

Hujan pun mengajarkan kedamaian dan aroma basah
Aroma yang setiap ia jatuh tak akan pernah terlupakan oleh siapapun
Senantiasa mengembalikan memori pada masa lampau
Ya…dan begitulah kau seharusnya
Demikianlah peranmu saat kau mulai mengaliri sudut kering
Continue reading

Selamat Datang Pagi – oleh Catur Widyaningrum

Terimakasih Tuhan Engkau ijinkan aku untuk menyaksikan kehadirannya lagi
Bersama kokok ayam yang akan berlalu
Mentarikemerahan dibalik gunung yang berkabut tipis
Dan tetesan embun yang menggumpal di rerumputan yang sejuk
Dia datang lagi menyapaku
Membawa sejuta harapan
Mengiringi langkahku untuk memulai roda kehidupan hari ini
Selamat datang pagi Continue reading

Hujan Tiba – oleh Satria Wibawa

Tak kala malam tiba
Hujan turun dengan derasnya
Sampah di jalanan disapunya
Hingga bersih tak tersisa

Petir menyambar-nyambar
Membuat kaca jadi bergetar
Setiap suara hampir tak terdengar
Suasana alam pun menjadi samar
Continue reading

Puisi : Hujan oleh – oleh Nandica

Rintik hujan lembut .
Menebarkan aroma khas tanah yang mendamaikan hati..
Meredakan amarah sesaat sebelumnya.
Menyejukkan pikiran.
Damai nan tentram.
Hujan sore itu sungguh istimewa.
Menjadi hujan pertama di musim hujan.
Tak ku biarkan terlewat begitu saja.
Menjadi hujan terindah yang pernah kurasakan.
Duduk dibalik jendela bersama selembar kertas dan tinta.
Turut serta dalam setiap moment hujan.
Mengarang sederet aksara penuh makna.
Continue reading